Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hobi Suyanto, Kades Sumberbening Membuat Ornamen Penghias Taman

Choirurrozaq • Sabtu, 6 Maret 2021 | 18:11 WIB
hobi-suyanto-kades-sumberbening-membuat-ornamen-penghias-taman
hobi-suyanto-kades-sumberbening-membuat-ornamen-penghias-taman

Ornamen-ornamen taman Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, tak lepas dari keringat Suyanto. Uniknya, dia tak mengharapkan imbalan material, melainkan hanya mencari kepuasan dari hobi kecil seorang kepala desa (kades).


 


HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Dongko, Radar Trenggalek 


 


TAMAN Bermain Waroe menjadi saksi tingkat kreativitas Kades Sumberbening, Kecamatan Dongko. Banyak ornamen-ornamen indah berupa relief yang terkonsep untuk mempercantik kolam, dinding, pintu masuk, dan sebagainya. Karya ornamen itu pun bermanfaat bagi warga setempat. Yang biasa digunakan untuk jujugan berwisata. 


Keahlian Suyanto dalam bidang eksterior itu didapatkan dari pengalaman di bidang teknik sipil sebelum magang kades sekitar 2007 lalu. Dulu, dia sempat belajar teknik-teknik membangun eksterior. Dan tak disangka, pekerjaan bidang teknik sipil itu adalah hobinya. Suyanto menganggap, estetika atau keindahan akan timbul ketika dapat menghias ruang kosong. "Ketika melihat kolam, itu biasa saja. Tapi akan menarik ketika tepian kolam itu dihiasi ornamen-ornamen," ungkap ayah dengan satu anak ini.


Sudah lebih dari 10 tahun Suyanto menjadi kades yang hobi membuat relief. Meski dia tak ingat sudah berapa banyak ornamen relief yang pernah dibuatnya. Dia meyakini lebih dari 10 spot yang pernah dikerjakannya. Bahkan, spot itu tak sebatas di lingkup desa, melainkan tersebar juga di sekolah-sekolah. 


Desain-desain relief buatan Suyanto cukup bervariasi. Dia mengatakan, inspirasi konsep pembuatan relief hanya melalui angan-angannya, yakni dengan merespon lingkungan sekitar. Selama ini, dia tak mengandalkan referensi dari internet. "Seperti saat membuat relief bebatuan, tekstur kayu, itu muncul dari angan-angan saja," ujar warga RT 19/RW 05, Dusun Mloko tersebut.


Suyanto mengatakan, dalam membuat relief taman membutuhkan waktu cukup lama. Kadang butuh empat hari atau bahkan lebih. Menurut dia, cara membagi waktu antara tanggung jawab sebagai kades dan hobi kuncinya adalah manajemen waktu. Tak jarang, dia bangun pagi-pagi untuk menggarap spot relief, yang dimulai sekitar pukul 06.00 - 08.00 wib. Sepulang bekerja sebagai kades, malam harinya hobi itu berlanjut sekitar 21.00 - 01.00 wib. Secara fisik, dia mengakui capek. Namun, ketika relief-relief itu selesai. Rasa capek seketika hilang, terlebih ketika menikmati keindahan relief-relief buatannya. "Kepuasan batin sulit untuk diutarakan," kata dia.


Selama membuat relief taman, kebutuhan material bahan bangunan didapat dari iuran gotong royong warga. Namun, tak jarang dirinya juga turut ikut iuran. Menurutnya, dia tak pernah menarik imbalan sama sekali selama ini. Bayaran untuk keringatnya hanya kepuasan batin. Namun, setelah jabatan kades itu usai, kata dia, bisa jadi hobinya itu menjadi usaha barunya. "Mungkin nanti setelah lepas kades, hobi ini akan usaha yang potensial," tuturnya. (*)

Editor : Choirurrozaq