Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Nurhuda, Guru Fisika yang Tekuni Kerajinan Bonsai Kelapa

Choirurrozaq • Rabu, 10 Maret 2021 | 19:12 WIB
cerita-nurhuda-guru-fisika-yang-tekuni-kerajinan-bonsai-kelapa
cerita-nurhuda-guru-fisika-yang-tekuni-kerajinan-bonsai-kelapa


Selain kaya akan manfaatnya, kelapa bisa dijadikan pohon hias yang bagus. Inilah yang membuat Nurhuda,terus menekuni membuat kerajinan bonsai tersebut. Pasalnya, selain bagus untuk tanaman hias, bonsai kelapa juga bisa bernilai ekonomis dan patut diajarkan ke anak didiknya.


 


ZAKI JAZAI, Karangan, Radar Trenggalek


 


Kelapa dikenal ragam manfaat, mulai dari daging buahnya, airnya, hingga cangkang maupun daunnya. Biasanya, pohon kelapa tumbuh menjulang tinggi di pesisir pantai, tapi kini kelapa bisa tumbuh di dalam pot kecil. Sehingga sangat bagus dibentuk sedemikian rupa untuk tanaman hias dirumah.


Hal inilah yang tampak ketika Jawa Pos  Radar Trenggalek ini berkunjung di salah satu rumah yang berada di kawasan Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, kemarin (9/3). Terlihat belasan tanaman bonsai kelapa berjajar disamping rumah tersebut. Beberapa saat berselang, terlihat seorang pria keluar dari dalam rumah sambil membawa pisau kecil dan gunting pemotong tanaman. Setelah itu, terlihat dia lasung memberi sayatan pada tanaman bonsai kelapa yang daunnya dinilai kurang mekar. Ya, pria itulah Nurhuda, yang saat itu meluangkan waktunya untuk membuat bonsai kelapa sepulang mengajar. "Perlu ketelatenan dan kesabaran dalam membuat bonsai ini karena waktu yang dibutuhkan untuk membuat sedikit lama. Tak heran harganya cukup tinggi di pasar," ungkap Nurhuda kepada Koran ini.


Sebab, kesuksesan dalam membuat bonsai tersebut dimulai dari pemilihan benih kelapa. Sebaiknya, pilih benih kelapa yang memiliki banyak akar dan berbatok kecil untuk proses pembibitan. Dari situ, penempatan bibit dalam proses tersebut harus diperhatikan. Sebab, posisi bibit vertikal akan menghasilkan batok di sekeliling akar. Sedangkan bibit yang diletakkan secara horizontal akan tumbuh seperti keong. Setelah tunas kelapa tumbuh, sabut kelapa harus dibersihkan dengan mengupas batok kelapa. "Setelah proses pembibitan, tunas kelapa biasanya muncul pada minggu kedua atau ketiga," katanya.


Untuk sayatan sebaiknya dilakukan secara membujur mengitari batok yang dilakukan harus berhati-hati agar tidak menganggu tunas baru yang tumbuh. Setelah sabut sudah dibersihkan, lanjutkan membersihkan bulu halus pada batok kelapa. Gunakan pisau tajam hingga bersih, kemudian haluskan menggunakan amplas.


Setelah itu, barulah proses pembentukan yang dimulai dari menyediakan media tanam bonsai kelapa yang bisa dilakukan dengan pot yang diisi dengan campuran air, dan pupuk kandang. Untuk wadah, bisa juga dengan pot yang dibeli di pasar atau wadah bekas air mineral. Proses ini harus dilakukan secara berhati-hati agar tugas tidak rusak. Diamkan sekitar 2-3 bulan atau sampai batang bonsai tumbuh sekitar 15 sentimeter (cm) hingga 20 cm. Setelah itu, lakukan penyayatan seperlunya pada bagian batang agar daun bisa mekar dan pada bagian bawah agar tidak membusuk."Pada proses ini diperlulan kreativitas perajin untuk membentuk bonsai agar lebih indah. Seperti mengecat batok kelapa atau menimbulkan akar," imbuh guru fisika SMAN 2 Karangan ini.


Dari situ, bisa dipastikan kendati modal yang diperlukan relatif murah sekitar Rp 30 ribu, dengan rincian Rp 5 ribu untuk beli bibit dan Rp 25 ribu untuk membeli pot, tapi harga jualnya tinggi antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu, bahkan lebih. Sebab, selain butuh ketelatenan, proses memakan waktu yang cukup lama, antara 5-6 bulan.


Tak ayal, dengan kondisi tersebut, bonsai kelapa bisa dijadikan alternatif untuk mendulang rupiah. Sehingga kini dirinya tengah melakukan proses pembelajaran tentang cara membuat bonsai kelapa kepada anak didiknya. Tujuannya, biar bisa dijadikan kesibukan atau pekerjaan setelah lulus nanti. "Karena itu, di sela melaksanakan tugas sebagai seorang guru, saya juga berupaya memberi wawasan kepada anak didik tentang hal ini. Syukurlah ada yang telah sukses menjalankannya," ungkap pria yabg pernah menjadi guru prestasi (gupres) di Trenggalek ini. (*)

Editor : Choirurrozaq
#guru