Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lebih Dekat dengan YouTuber Tri Adi Rahman Setiawan

Choirurrozaq • Selasa, 23 Maret 2021 | 19:35 WIB
lebih-dekat-dengan-youtuber-tri-adi-rahman-setiawan
lebih-dekat-dengan-youtuber-tri-adi-rahman-setiawan


Siapa yang tidak kenal dengan pemilik video dengan jargon "Kooosyong". Ya, video yang dibuat Tri Adi Rahman Setiawan ini sering mengundang banyak gelak tawa penontonnya. Bahkan cara bicaranya yang lucu dan bersuara bindeng, membuat banyak perusahaan ingin dipromosikannya.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kedungwaru, Radar Tulungagung


 


"Aku ya maca korane Radar Tulungagung. Ben nggak Kooosyong," begitu ucapan Tri Adi Rahman Setiawan saat menutup podcast bersama Jawa Pos Radar Tulungagung, kemarin.


Pria yang sering disapa Adi Cepuk ini tak pernah absen dengan kata ‘kosong’. Ini karena kata tersebut bukan sekedar celetukan, tapi sudah jadi kata andalan dan ciri khasnya setiap membuat konten video. "Rata-rata ada kata ‘kosong’. Karena sudah jadi ciri khas ku," katanya membuka obrolan dengan wartawan Koran ini.


Cara penyampaian dengan suara bindeng dan ekpresi wajah yang lucu diakuinya mengundang gelak tawa penontonnya. Bahkan itu juga jadi alasannya kenapa videonya viral. Hingga beberapa akun Instagram sering me-repost videonya. “Kebetulan saya orangnya suka nglawak gitu. Jadi nggak ada kesulitan,” tuturnya.


Ia bercerita mula karirnya merupakan video iseng. Kala itu sebuah celetukan ‘kosong’ terucap ketika diajak temannya membuat konten video untuk diposting di Instagram. Saat itu, ia ditanya kondisi ekonominya. Karena sedang tidak punya duit, ia secara spontan langsung berkata ‘kosong’. “Kebetulan sedang pilek sehingga suara bindeng dan besar. Namun efek itu, malah membuat videonya semakin lucu,” jelasnya.


Pria asli Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo ini mengaku konten video lucu yang diunggahnya lebih berkonsep mengangkat kearifan lokal. Misalnya dengan bergaya bahasa orang Tulungagung an. Selain itu juga sering mengambil konten lokasi di sekitar wilayah pinggiran, seperti di desanya atau Pucangan, Kauman dan lainnya. Karena menurutnya, itu juga dapat menarik seseorang untuk melihat videonya. "Alhamdulillah, sudah ada 50 video durasi pendek di Instagram adicepuk_setiawan. Sebagian juga sudah diunggah di YouTube 2EL Channel," terangnya.


Dalam mengembangkan kontennya, pemuda 22 tahun ini mengaku dibantu tiga rekannya. Yakni Jamal (lawan main) merupakan warga Desa Tiudan, Kecamatan Gondang; Iwik PJR, warga Desa pucangan, Kecamatan Kauman; dan Latif Sahbana (kameramen + editor), warga Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru. "Tugasnya masing-masing ada sendiri. Kalau saya pastilah aktor utamanya karena jika tidak ada aku Koooosyong," tuturnya.


Ia akui menjadi seorang yang terkenal tidaklah mudah. Adi Cepuk mengaku sering mendapat komentar buruk tentangnya di kolom komentar. Namun komentar tersebut tidak pernah dibalasnya dengan komentar buruk juga. Tapi malah dijadikan pemicunya untuk lebih baik lagi dalam membuat konten. "Kalau enaknya, jadi lebih terkenal. Sering diajak foto adik-adik, mbak-mbak, tante-tante," candanya.


Dari video lucu yang dibuatnya, jelas Adi Cepuk hasilnya dapat mengangkat ekonominya. Karena tak sedikit perusahaan makanan, minuman, motor, dan lainnya minta dipromosikan melalui gayanya. Ditambah pendapatan dari YouTube membuatnya punya modal untuk mengembangkan usaha lain. Yakni warung KK (kopi kosong). "Sekarang kami punya usaha sendiri. Dari kerja keras kami. Dan kenapa kok bukak warung KK, karena kopi bisa memunculkan inspirasi. Agar tidak Koooosyong," tandasnya.(*)

Editor : Choirurrozaq