Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Peraih Runnerup Puteri Tari Jawa Timur 2021

Choirurrozaq • Senin, 5 April 2021 | 16:37 WIB
peraih-runnerup-puteri-tari-jawa-timur-2021
peraih-runnerup-puteri-tari-jawa-timur-2021

Kemampuan dalam menari tradisional sejak usia dini mampu mengantar Monica Rosyana Wahyu Wardani sebagai juara II Puteri Tari Jawa Timur. Kini, perannya tak hanya sebagai mahasiswa, tapi juga turut bertanggung jawab melestarikan dan mengenalkan budaya tari tradisional.


FIMA PURWANTI, Kepanjenkidul, Radar Blitar


Dunia menari tak terpisahkan bagianya. Bahkan sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) sudah mulai bergelut dengan tarian. Meski di usia yang masih sangat muda, semangatnya untuk belajar menari tak pernah padam. Tak heran, bakat menari yang terus diasah itu, kini membawanya menjadi salah seorang yang cukup dikenal di dunia tari menari.


Adalah Monica Rosyana Wahyu Wardani. Parasnya yang kalem sangat mendukung untuk menjadi seorang penari. Ya, gadis ramah dengan senyum manis itu merupakan salah seorang penari tradisional asal Kota Patria.


Gadis yang juga tinggal di Jalan Melati, Kecamatan Kepanjenkidul itu mengaku mulai mengikuti latihan menari sejak TK. Kala itu, dirinya sangat antusias dan bersemangat untuk berlatih. Khususnya pada tarian tradisional.


"Sudah dikenalkan menari sejak TK. Ya dari situ bisa menari sampai sekarang," akunya.


Berkat kemampuan menari itulah, gadis yang kini berusia 19 tahun itu kerap wira-wiri mengikuti pementasan tari. Bahkan, tak jarang pula merasakan panggung kesenian di luar daerah.  "Puji tuhan, karena tari juga dulu sering diajak manggung mewakili Kota Blitar ke beberapa kota di Jawa. Bahkan hingga ke luar Jawa, seperti Bali, Manado, Bengkulu, dan sebagainya," tuturnya.


Tak hanya kerap manggung, Monica yang merupakan anak tunggal itu juga kerap mengikuti perlombaan tari tradisional. Paling baru, gadis yang juga finalis Kangmas Diajeng Kota Blitar tahun 2018 itu berhasil menyabet juara kedua Puteri Tari Jawa Timur 2021. Siapa sangka gadis yang sempat kurang percaya diri (pede) menggunakan sepatu hak tinggi itu mampu menyingkirkan puluhan finalis lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.


"Kebetulan pas pandemi ini ada ajang pemilihan Puteri Tari Jawa Timur, meskipun agak ragu sampai pesimis karena saingannya banyak yang berasal dari daerah penari. Tapi puji tuhan berkat yakin, saya diberi kesempatan untuk menjadi juara kedua," bebernya.


Ada dua jenis tarian yang dibawakannya saat mengikuti ajang bergengsi tingkat regional itu. Yakni tari Gandrung Marsan asal Banyuwangi saat seleksi online. Kemudian, saat masuk tahap karantina atau menjadi finalis menarikan tari Makarti asal Kota Blitar.


Kini, Monica tak hanya fokus sebagai mahasiswa semester empat, tetapi juga harus siap untuk mengemban tugas barunya sebagai salah satu Puteri Tari Jawa Timur. Khususnya sebagai perwakilan generasi muda yang harus melestarikan budaya tarian tradisional.


"Sebisa mungkin harus bisa bagi waktu karena keduanya adalah tanggung jawabku. Yang jelas saya enggak ingin kalau tarian-tarian tradisional di setiap daerah itu hilang. Jadi kalau bukan kita yang menggenalkan, siapa lagi," pungkas mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. (*)

Editor : Choirurrozaq