Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Penyedia Jasa Angkutan ketika Trayek Mulai Dibuka Pasca-Lebaran

Choirurrozaq • Senin, 24 Mei 2021 | 21:19 WIB
cerita-penyedia-jasa-angkutan-ketika-trayek-mulai-dibuka-pasca-lebaran
cerita-penyedia-jasa-angkutan-ketika-trayek-mulai-dibuka-pasca-lebaran

Pasti ada hikmah di balik penyekatan dan larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah yang baru saja berlalu. Khususnya bagi para penyedia jasa angkutan di Terminal Tipe A Surodakan, Trenggalek. Pasalnya, ketika tahun sebelumnya libur Lebaran merupakan momen untuk menarik penumpang sebanyak-banyaknya, tahun ini tidak bisa dilakukan.


 


ZAKI JAZAI, Kota, Radar Trenggalek


 


Selasa lalu (18/5), proses penyekatan untuk menghalau pemudik guna menekan angka penyebaran Covid-19 yang diberlakukan oleh pemerintah sudah tidak berlaku lagi dan tidak dilakukan perpanjangan. Sehingga kini perketatan penjagaan perbatasan sudah tidak ada. Hal itu membuat aktivitas angkutan berjalan normal, termasuk angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) sudah boleh beroperasi. Kendati demikian, jumlah penumpang yang ada belum bisa pulih seperti sebelum puasa, apalagi sebelum terjadinya pandemi Covid-19.


Itu terlihat ketika Jawa Pos Radar Trenggalek ini mendatangi Terminal Tipe A Surodakan, kemarin (23/5). Kendati aktivitas di terminal tersebut sudah mulai normal, belum terlihat penumpukan atau kedatangan penumpang yang signifikan. Sehingga para kru penyedia jasa angkutan yang biasanya aktif memberi tahu calon penumpang tentang jurusan bus yang akan dinaiki, terlihat lesu. Itu menandakan tidak ada semangat dalam dirinya untuk menarik penumpang.


Sehingga jika ada calon penumpang yang datang, mereka dengan mandiri melihat papan terkait trayek tujuan bus yang diinginkan. "Penumpang masih sepi sehingga tidak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu. Sebab jika berdiri dan menawar-nawarkan armada akan menguras tenaga," ungkap salah satu kernet bus jurusan Trenggalek-Surabaya, Munib.


Hal itu menunjukkan bahwa penyekatan dan imbauan larangan mudik yang diserukan pemerintah berjalan dengan baik. Sebab, biasanya satu minggu pasca-Lebaran terjadi lonjakan penumpang. Sehingga membuat beberapa perusahaan penyedia jasa angkutan mengeluarkan bus cadangan. Namun kini hal tersebut tidak bisa dilakukan, karena penumpang dari luar kota benar-benar takut untuk mudik apalagi balik. Jika ada, pasti mereka menggunakan kendaraan pribadi yang notabene lebih mudah menghindar jika terjadi penyekatan. "Ibarat petani, hari raya merupakan waktu kami untuk panen. Namun dua tahun ini itu tidak terjadi dan membuat tidak bisa memberi uang saku kepada keponakan seperti Lebaran sebelumnya," katanya.


Apalagi ketika penyekatan kembali dibuka, situasi belum saja pulih. Itu terlihat dari minimnya jumlah penumpang yang datang. Dari situ, tiap keberangkatan armada, waktu tunggu penumpang yang dilakukan lama. Terlihat jika hari-hari biasa sekitar 15-20 menit, untuk saat ini bisa lebih setengah jam. "Sudah ada penambahan penumpang dibandingkan awal buka. Namun jumlahnya masih jauh seperti hari normal," tutur pria 48 tahun ini


Hal yang tak jauh berbeda terlihat pada penjual tiket untuk bus AKAP. Sebab ketika armada diperbolehkan beroperasi kembali, sejauh ini masih ada satu penumpang yang berangkat dari Trenggalek ke Jakarta. Padahal, hari-hari biasanya penumpang untuk keberangkatan dari Trenggalek ke Jakarta, rata-rata lima orang setiap harinya. "Jadi pembukaan ini bisa dikatakan dibuka hanya untuk mengisi waktu daripada terus ditutup. Sebab, penumpang seperti itu sangat jauh dari harapan," imbuh salah satu agen tiket bus AKAP, Sarjono.


Padahal, tiap ada arus mudik maupun balik, armada bus yang dimilikinya tidak bisa mencukupi permintaan masyarakat. Dari situ, biasanya dirinya menyewa bus pariwisata untuk memfasilitasi pemudik tersebut. Namun, kini itu tidak bisa dilakukan karena banyak armada yang tak beroperasi. "Keinginan kami tak muluk-muluk. Semoga saja penumpang cepat pulih seperti hari biasa," jelasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq