Keterbatasan yang dimiliki Calvin Anggara Putra tidak membuatnya menyerah. Buktinya, di Pekan Paralimpik Provinsi (Paperprov) Jawa Timur I kemarin, pemuda asal Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, ini berhasil menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali emas untuk nomor lari tunanetra putra 800 meter.
SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH
Gondang, Radar Tulungagung
Senyum semringah terlihat jelas di raut wajah Calvin Anggara Putra, kemarin (24/5). Seolah menunjukkan kebahagiannya setelah berhasil berjuang mengharumkan nama Kabupaten Tulungagung di Paperprov Jatim I Tahun 2021 yang digelar 20-24 Mei.
Sembari menunjukkan piagamnya, Calvin bercerita tentang pengalaman pertamanya menjajal cabang olahraga atletik nomor lari 800 meter itu.
Menurut dia, keberhasilannya mampu meraih medali emas di luar dugaan. Sebab, lomba lari ini merupakan lomba pertamanya setelah menjadi tunanetra.
“Awalnya catur dan tolak peluru, karena lokasi lomba keduanya berbeda. Maka diputuskanlah lari dan tolak peluru,” terangnya.
Pilihan nomor lari juga bukan tanpa alasan. Sebut Calvin, lari merupakan olahraga favoritnya saat masih awas (dapat melihat normal). Bahkan dulu, dirinya juga sering mengikuti lomba lari ketika duduk di bangku SD.
“Saya juga sangat rindu lari setelah menjadi tunanetra di usia 14 tahun. Akhirnya terlampiaskan di Paperprov ini,” jelasnya.
Karena merupakan pengalaman pertama, dia mengaku, sempat mengalami kesulitan saat ikut lomba tersebut.
Lanjut dia, dirinya harus berupaya menyesuaikan guide runner yang baru dikenalnya. Selain itu, tenaga, strategi dan pengaturan nafas saat lari jangka menengah itu belum optimal. Sehingga, ngos-ngosan ketika menyelesaikan jarak yang harus di tempuhnya.
“Sudah lama sekali tidak lari. Latihanpun juga tidak, karena lebih fokus pada tolak peluru. Jadi cepat kelelahan,” terangnya.
Beruntung, kata pemuda berusia 24 tahun, itu memiliki guide runner yang aktif. Guide runner selalu memberikan arahan sesuai kondisinya yang terbatas. Sehingga, dia cukup percaya diri dapat menyelesaikan lomba lari itu. “Guide-nya aktif. Jadi terjalin lah cemistry di situ dan mengantarkan saya menang,” tuturnya.
Calvin mengaku, tak mau puas diri. Dia ingin mengembangkan potensinya tersebut. Dengan melakukan latihan rutin dan intensif untuk Pekan Paralimpik di tingkat nasional.
“Bangga pasti. Apalagi, diawal karir National Paralympic Commite Indonesia (NPCI) Kabupaten Tulungagung saya bisa meraih medali emas. Namun saya ingin mengembangkan prestasi saya lagi di nomor lari ini,” pungkasnya.
Di tempat berbeda, Ketua NPCI Kabupaten Tulungagung, Sulthon mengatakan, kontingen Kabupaten Tulungagung tak hanya meraih emas saja, tapi juga tiga perak dari cabor atletik nomor tolak peluru dan cakram. “Ini merupakan awal yang bagus. Karena di awal kejuaraan ini, sudah ada empat medali yang berhasil kita dapatkan,” katanya.
Keberhasilan ini, tak lepas dari kekompakan anggota dan juga pemerintah daerah yang mendukungnya.
“Walaupun sarpras kita belum memadai dan terpaksa patungan, namun terbayar dengan perolehan ini. Semoga ini jadi pemicu teman-teman untuk lebih semangat berjuang,” tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq