Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Excris Endy Pratito, Perupa Aliran Pop Surealis

Choirurrozaq • Sabtu, 29 Mei 2021 | 19:12 WIB
mengenal-excris-endy-pratito-perupa-aliran-pop-surealis
mengenal-excris-endy-pratito-perupa-aliran-pop-surealis

Seorang perupa punya gaya tersendiri untuk menyampaikan sebuah gagasan. Seperti Excris Endy Pratito. Perupa asal Desa Duwet, Kecamatan Pakel, itu kerap menyuarakan isi hati dan kritik kehidupan melalui karyanya yang beraliran pop surealis.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Pakel, Radar Tulungagung


 


Sejumlah karya Excris Endy Pratito menghiasi ruang tamu rumahnya di Desa Duwet, Kecamatan Pakel kemarin. Satu dari sekian karya, ada yang menarik perhatian Koran ini. Yaitu lukisan di kanvas berukuran 100 x 100 cm. Terdapat sebuah gambar menunjuk momen uforia ketika berbondong-bondong menuju suatu tempat. Melalui karakter menyerupai raksasa warna hijau dengan dua wajah menghadap depan dan belakang, serta beberapa karakter hewan seperti bebek, kelinci, hingga burung flamingo berwarna merah muda.


"Untuk yang ini, konsepnya itu menggambarkan momenuforia dari berbagai lapisan masyarakat yang saya tunjukkan dari banyaknya karakter di dalam gambar setelah kegiatan mereka dibatasi karena pandemi. Mereka sedang berbondong-bondong keluar menuju lokasi yang aman," terang Endy, sapaan akrab Excris Endy Pratito.


Setelah mempersilakan Koran ini duduk, lantas pemuda berusia 24 tahun ini bercerita baru mengenal gaya lukisan beraliran pop surealis ketika kuliah. Tepatnya di tahun 2014 lalu. Kala itu, Endy terkesan melihat karya aliran pop surealis di salah satu pameran di Solo karena menurutnya unik. Selain itu, lukisan menunjukkan karakter yang imajinatif. Warna yang mencolok dan fresh membuat nyaman untuk dinikmati. "Pertama melihatnya itu (lukisan pop surealis, Red) langsung suka. Unik seperti saya," katanya.


Saat memulainya, tidak ada kesulitan berarti. Dia sendiri sudah hobi menggambar, terutama kartun sejak kecil. Menurutnya, tinggal mengonsep tema apa yang ingin dituangkannya dalam kanvasnya dengan aliran pop surealis, yaitu aliran yang mencampurkan unsur khayalan atau imajinasi dalam karyanya dengan warna-warna cerah dari cat akrilik. Tentunya dengan menambahkan karakter yang disukainya yaitu karakter yang terinspirasi dari legenda Jawa, Batara Kala. "Kebanyakan karya saya ini menyuarakan isi hati atau kritikan kehidupan. Misalnya ini perjuangan disabilitas, kemudian ada lagi minimnya lahan, tidak ada lagi penggembala," terangnya sembari menunjukkan karyanya yang lain.


Kendati sudah lama menekuni aliran tersebut, Endy mengaku berani menjadi profesional pada 2019 lalu. Itu setelah dia merasa layak ditawarkan ke para kolektor. Dia pun lantas bekerja sama dengan Gallery Art di Jogja. Alhasil, laku. "Pandemi tahun 2020 lalu, menurut saya juga menghambat pameranku. Kan tidak bisa dilakukan offline, sedangkan online tak semua kolektor puas," terangnya.


Namun, kondisi itu tidak membuatnya patah semangat. Dia pun lantas mencoba solusi lain, dengan mengikuti kompetisi. Harapannya, untuk menambah relasi. Dengan begitu, karyanya bisa meluas. Sembari itu, dia juga mengisi kesibukan lain, dengan menerima job untuk membuat mural. "Penting gambar baik melukis ataupun lainnya jalan terus," katanya.


Disinggung soal pengerjaan, Endy menjelaskan, tergantung besarnya ukuran kanvas dan tema yang akan dituangkan. Seperti 100 x 100 cm itu diselesaikan hampir dua minggu. Ini karena dia sedang dikejar deadline. "Kalau sudah deadline gini benar-benar harus bagi waktu dengan tepat. Bahkan, saya rela nggak ngopi bareng teman-teman. Misal ngajak ngopi tak ajak ke rumah saja menemaniku," pungkasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq