Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menekuni Kerajinan Tali Simpul Macrame

Choirurrozaq • Jumat, 4 Juni 2021 | 18:49 WIB
menekuni-kerajinan-tali-simpul-macrame
menekuni-kerajinan-tali-simpul-macrame

Desy Eki Hariani Putri mengaku jatuh hati pada kerajinan dari seni menyimpul tali atau disebut juga macrame. Sebab, bisa dijadikan usaha. Karyanya bahkan kerap dipilih jadi pelengkap interior rumah berkonsep Skandinavia ataupun Bohemian.


 


SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Sumbergempol, Radar Tulungagung


 


Cuaca kemarin (3/6) tampak cerah. Membuat siapa pun bersemangat untuk beraktivitas. Tidak terkecuali Desy Eki Hariani Putri. Wanita asal Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol ini terlihat sibuk memilah gulungan tali kur. Sebab, tali yang biasa dimanfaatkan untuk tali tas serut atau jaket itu akan disimpulkan membentuk sebuah produk yang dapat mendekorasi rumah. Seperti wall hanging, tirai, karpet, dan produk dekorasi rumah lainnya. "Selain tas, juga bisa disulap jadi dekorasi rumah. Biasanya dipilih untuk melengkapi interior atau eksterior rumah konsep Skandinavia atau mungkin untuk dekorasi Bohemian," ucap Eki, sapaan akrabnya Desy Eki Hariani Putri membuka obrolan dengan Koran ini.


Sembari menyimpul, wanita berusia 31 tahun ini mengaku tidak mengalami kesulitan saat membentuk sebuah kerajinan macrame. Meski diakuinya, tangannya sering kapalan karena harus menarik kuat tiap simpul talinya. Alasannya, agar tidak ada rongga dari motif yang dia pilih. "Semakin ketat, tali yang disimpulkan semakin bagus hasilnya," tegasnya.


Proses pengerjaannya, kata Eki membutuhkan waktu tak sedikit. Seperti  pengerjaan produk dekorasi rumah bisa memakan waktu kurang lebih 10 hingga 14 hari. Tergantung ukuran dan kerumitan motif. Tak heran, perajin macrame dituntut untuk tekun dan telaten. "Bahkan, saya pernah dapat orderan karpet itu waktu pengerjaannya lebih dari sebulan. Karena diameternya cukup lebar juga," katanya.


Terang Eki, banyak pelanggannya yang juga suka bahan tali yang dia gunakan. Yaitu tali kur. Menurutnya, selain lebih awet, juga mudah dicuci. Makanya sekarang dia lebih fokus pengembangan kreasi macrame dari tali kur. Seperti tas dan lainnya. "Tali katun juga bisa. Tapi saya condong ke tali kur karena mudah dicuci," tuturnya.


Eki mengaku mengenal kerajinan macrame itu sejak 2018 lalu. Dia bahkan mempelajari kerajinan macrame ini secara otodidak hanya bermodal referensi di YouTube. Namun tak disangka, kreasinya itu diminati banyak orang. Termasuk teman dan kerabatnya. "Banyak yang suka. Katanya unik terlebih motifnya beragam," jelasnya.


Disinggung terkait pemasaran, dia mengaku memanfaatkan media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram. Lantaran jangkauannya yang luas. Buktinya, dagangannya laris manis dipesan pelanggan dari luar Jawa Timur seperti Kalimantan, Sumatera, dan lainnya. "Promosinya banyak di medsos. Bahkan, ini pesanan sudah mulai menumpuk setelah sempat sepi awal pandemi Covid-19 datang," terangnya.


Eki berencana mengembangkan usahanya ini. Dengan membangun galeri mini untuk men-display karya-karyanya. Pengembangan ini, menurutnya bisa menambah daya tarik pembeli dan tentunya dapat menambah pendapatan sehingga dia mampu membantu ekonomi keluarga. "Alhamdulillah, sedikit-sedikit bisa bantu," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq