Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kamirin Manfaatkan Limbah Plastik untuk Kerajinan

Choirurrozaq • Sabtu, 19 Juni 2021 | 20:41 WIB
kamirin-manfaatkan-limbah-plastik-untuk-kerajinan
kamirin-manfaatkan-limbah-plastik-untuk-kerajinan

Limbah plastik masih menjadi ancaman bagi lingkungan. Hal inilah yang mendorong Kamirin untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi kerajinan tas anyaman. Selain mengurangi limbah, kerajinan ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi.


ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI, Kota, Radar Tulungagung


Ragam tas warna-warni tampak terjajar rapi di galeri milik Kamirin di jalan Kapten Pattimura gang III, Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung. Meski nampak cantik, namun siapa sangka tas warna-warni hasil karyanya ini berbahan dasar limbah plastik. “Monggo masuk dulu, maaf kalau galerinya penuh barang,” sapanya ramah ketika melihat kedatangan Koran ini.


Sembari mempersilahkan koran ini duduk dan menikmati beberapa hasil karyanya, dia pun menceritakan kesibukannya di dunia kerajinan tangan. Kerajinan tangan atau hand craft bukan hal baru baginya. Tak heran jika dia memiliki aneka ragam produk berbahan limbah dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satunya adalah tas anyaman dari plastik.


Dia mengenal anyaman tas plastic sekitar empat tahun lalu. Saat itu, mendapat tawaran dari salah satu masyarakat desa di Kecamatan Karangrejo untuk menjadi narasumber dalam acara pemberdayaan masyarakat desa. Ketika itu tema yang diambil adalah kerajinan anyaman. “Bermula saat ikut pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat dan saya diminta untuk hadir,” jelasnya.


Pria 51 tahun ini sebenarnya telah menggeluti anyaman sejak 2010 lalu. Namun saat itu hanya anyaman bambu yang dikerjakannya. Karena keinginan untuk terus berinovasi lantas mulai mengembangkan kerajinan anyaman dengan bahan baku lain. Hingga pada pada 2018, munculah tren anyaman berbahan plastik. Itu juga bersamaan dengan gencarnya gerakan aktivis lingkungan mengenai penanganan dan pemanfaatan limbah plastik.


Sebab seperti diketahui limbah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang belum teratasi sampai saat ini. “Itulah kenapa selagi bisa mengolahnya kembali ya diolah kembali menjadi barang yang berguna. Seperti kerajinan tas ini,” ujarnya.


Untuk bahan baku sendiri, Kamirin  mengambil dari Surabaya. Yakni tali-tali plastik yang biasa digunakan untuk mengikat kaca. Tak heran ketebalan tali juga menjadi kesulitannya saat proses pembuatan. Karena semakin tebal tali yang digunakan akan menyulitkan proses anyaman. “Sulit bukan berarti tidak bisa, karena bahan bakunya plastik tetap memiliki kelenturan untuk dianyam,”urainya.


Untuk pemasaran, Kamirin memanfaatkan media sosial (medsos) untuk promosi. Sementara ide desain diambil dari hal-hal menarik yang ada di lingkungan. Misal bunga yang sedang menjadi tren.Tak hanya membuat tas keranjang belanja, tas anyamannya pun juga cocok digunakan untuk suvenir pernikahan. “Untuk harga menyesuaikan desian yang diminta pelanggan. Ukurannya pun juga demikian, ada yang minta untuk dibuat tas tangan untuk suvenir ada yang untuk tas belanja berukuran besar,” bebernya.


Dia berencana akan memadu padankan kerajinan anyaman dengan berbagai kerajinan lain. Seperti kolaborasi dengan kerajinan suspeso, yakni kerajinan yang memanfaatkan kain perca untuk hiasan. “Semakin banyak kolaborasi dengan perajin lain tentu bisa menggerakkan roda perekonomian,” tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq