Tulungagung - Wirausaha budi daya ikan gurami mulai ditekuni setelah Imron menikahi Munfarikha, 31, pada 2016 lalu. Sejak saat itulah, dia bergelut dalam dua dunia berbeda secara beriringan, yakni dunia pendidikan dan dunia perikanan. Imron harus jeli membagi waktu dan tenaganya. Pagi dan sore, dia rutin mengecek dan memberi pakan ikan gurami peliharaanya.
Kemudian, pagi hingga siang, Imron aktif mengabdi di SMP Islam Sunan Gunung Jati yang berada di Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut. Total ada tiga kampus di bawah naungan SMP Islam Sunan Gunung Jati, yakni kampus putra, kampus putri dan tahfiz putri, serta kampus tahfiz putra. "Saat ini ada 1.155 santri yang tengah menimba ilmu di lembaga ini," ungkap Imron.
Awal menekuni dunia perikanan itu karena mertua memiliki usaha budi daya ikan gurami. Karena itu, dia bersama sang istri tergerak menekuninya. Pada masa pemeliharaan kali ini, di belakang rumahnya ada dua kolam berisi 4.000 ekor dan 1.700 ekor. Ikan gurami mulai ditebarkan pada akhir Ramadan 1443 Hijriah. Dengan begitu, saat ini sudah waktunya panen dan biasanya diambil pengepul ikan gurami. "Rencananya kami panen setelah Hari Raya Idul Fitri, semoga harganya membaik. Harus jeli pantau harga," jelas pria 36 tahun ini.
Saat ini, harga gurami berkisar Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram, dan masih ada kemungkinan melambung lagi. Pernah juga harga ikan gurami menyentuh harga Rp 52 ribu per kilogram. Namun, Imron pernah mengalami harga bagus waktu panen pada kisaran Rp 31 ribu per kilogram.
Seperti diketahui, di SMP Islam Sunan Gunung Jati, yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiien (PPHM) Ngunut, Imron bukan orang baru. Pria ramah ini merupakan alumnus SMP Islam Sunan Gunung Jati pada 2002 dan SMA Islam Sunan Gunung Jati pada 2005. Sebelum menjadi Kepala SMP Islam Sunan Gunung Jati pada 2017, Imron pernah mengawali dengan mengabdi sebagai staf tata usaha sambil kuliah dan tetap mengaji diniyah. Saat ini, Imron tengah menempuh kuliah S-2 Jurusan Ekonomi Syariah di UIN SATU Tulungagung dan dalam proses menyelesaikan tahap akh Editor : Nurul Hidayah