Rupanya didikan orang tua ini mengasah bakat berbisnisnya. Sejak masih SD, anak pertama dari dua bersaudara ini tak gengsi jualan rongsokan. Hasilnya untuk membeli apa yang dimauinya. Misalnya untuk membeli binder mainan yang lalu dia jual kembali. Kemudian di kelas 3 SMP Alda mulai berjualan seafood. Tak disangka, saat ramai pesanan lewat sistem pre order (PO), penghasilannya bisa sampai sejuta dalam sehari. Namun jualan seafood ini tidak bisa dikerjakannya setiap hari, karena kesibukan sekolah dan kegiatan lainnya.
Setelah lulus dari SMP, Alda berjualan lagi di duduk di bangku SMA. Alumni SMAN 1 Boyolangu ini tak sungkan berjualan kopi dan bahkan membawa termos ke sekolah. "Selain kopi, aku juga jualan es dawet dan es buah hingga dalam sehari keuntunganku sebesar Rp 100.000-an. Aku juga jualan masker organik brand aku sendiri tetapi tidak aku lanjutkan karena susah mengatur waktu," tutur Alda.
Lulus dari bangku SMA, Alda beralih sebagai influencer, menjadi brand ambassador tiga merek yaitu De Beauty, Easkin, dan Emmastudio. Alda pun akhir sering menerima endorse. Dari penghasilannya yang terus ditabung, Alda akhirnya sekarang punya bisnis All Cafe, Mantesithrift, serta Alfi Salon.
"Ada kalimat yang membuatku semangat dalam bekerja ini yaitu jangan pernah menyerah hanya karna takut gagal. Kita datang ke dunia ini sendiri. Jadi, kita tidak bisa selamanya bisa bergantung ke orang tua terus," pungkas Alda. (nik/tin/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana