Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Era Digital, Afin Fatur Pilih Belajar Tari dan Lestarikan Kebudayaan

Intan Puspitasari • Rabu, 17 Mei 2023 | 17:42 WIB
LINCAH: Afin Fatur Rokhman belajar tari reog kendang dengan melihat dan belajar lewat media internet. (Foto: SATRIA CAHYONO/RADAR TULUNGAGUNG)
LINCAH: Afin Fatur Rokhman belajar tari reog kendang dengan melihat dan belajar lewat media internet. (Foto: SATRIA CAHYONO/RADAR TULUNGAGUNG)
Kota, Radar Tulungagung - Melestarikan budaya kesenian tradisional reog kendang belum terlintas pada benak anak usia 13 tahun ini. Afin Fatur Rokhman menarikan kesenian tradisional tersebut karena memang menyukainya. Dia memiliki kesenangan tersendiri ketika melakukan gerakan tari yang seirama dengan lantunan kendang.

Fatur -sapaan akrabnya- mengaku telah dua tahun lamanya  mengenal sekaligus menekuni kesenian tradisional reog kendang. Dia memang hobi dan menemukan kesenangan dalam melakoni kesenian tersebut. “Suka saja. Dengar suara kendangnya itu enak, apalagi kita harus menyesuaikan dengan gerakan tarinya,” jelasnya, kemarin (16/5).

Gerakan tari anak laki-laki tersebut terbilang lihai dibanding dengan anak lain sebayanya. Setiap gerakan yang dilakukan seirama dengan suara kendang serta tabuhan musik latar. Kepiawaian itulah yang membuatnya terpilih untuk mewakili sekolahnya dalam ajang perlombaan reog kendang tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tulungagung. “Awalnya itu dipilih, terus lama kelamaan menjadi suka dengan reog kendang ini,” ucapnya.

Banyak persiapan telah dilakukan untuk mengikuti ajang perlombaan kesenian tradisional tersebut. Mulai dari latihan sebanyak tiga kali dalam satu minggu, hingga mempersiapkan mental untuk ditonton puluhan pasang mata di UPT Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa Tulungagung. “Sebelum dilombakan pasti latihan. Latihannya tiga kali dalam satu minggu selama dua bulan,” paparnya.

Dia juga menyesuaikan dengan generasinya yang serbadigital. Selain latihan reog kendang di sekolahnya, dia juga kerap menonton contoh gerakan reog kendang pada tayangan di kanal digital. “Kalau waktunya senggang, nonton gerakan-gerakan reog kendang di-handphone, saya juga suka game online. Kalau kelamaan bermain handphone pasti dimarahin sama orang tua,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Reog Kendhang Pelajar Kreatif, Bimo Wijayanto mengungkapkan, perlombaan kesenian tradisional ini diikuti oleh lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tulungagung. Adapun peserta tingkat SD diambil dari setiap kecamatan yang mengirim 20 grup reog kendang dengan masing-masing peserta berisi 15 anak. Kemudian untuk tingkat SMP terdapat 45 grup yang terdiri dari 15 anak. “Karawitan itu 9 anak dan penarinya ada 6 anak,” jelasnya.

Tujuan perlombaan tersebut untuk menanamkan kecintaan pada pelajar atas kesenian yang telah diwariskan oleh leluhur. Sekaligus melestarikan reog kendang yang merupakan salah satu ikon kesenian dari Kabupaten Tulungagung. “Jadi, utamanya biar pelajar itu merasa senang dengan tradisi yang kita miliki,” tandasnya. (*/c1/din) Editor : Intan Puspitasari
#tulungagung #kesenian #seniman muda #reog kendang