Selama tiga hari bertanding mulai 26 sampai 28 Mei kemarin, dia berhasil membawa sebuah medali emas pada kejuaraan yang baru saja diikuti. Kejuaraan bergengsi pencak silat tingkat nasional bertajuk Piala Kasad Tahun 2023. Dia bercerita untuk meng[1]hadapi kejuaraan tersebut butuh waktu tiga bulan untuk melakukan persiapan. Latihan fokus fisik, teknik dan mental. Terlebih saat detik-detik kejuaraan dihelat, dia menyisihkan waktu seminggu penuh untuk melakukan pemusatan latihan di Tulungagung.
“Saya mewakili Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), karena karena PSHT mengumpulkan atlet-atlet dari seluruh Indonesia untuk event piala Kasad ini,” jelas Elga, sapaan akrab pria tersebut, saat dihubungi lewat telepon. Dia melanjutkan, pada Piala Kasad kemarin menjadi tantangan tersendiri karena saingan memiliki nama-nama besar. Termasuk ada atlet baru saja menjuarai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (jatim) kemudian ada atlet pencak silat dari seluruh provinsi di Indonesia. “Persaingan memang sangat ketat pada Piala Kasad kemarin,” tandasnya.
Pemuda 17 tahun itu sebelumnya telah mendapatkan satu prestasi prestisius di dunia pencak silat tingkat nasional dengan menjuarai Kapolri Cup Tahun 2023 yang dilaksanakan Maret lalu. Apa yang didapatkannya bukanlah hal kebetulan. Melainkan melalui proses dan usaha panjang. Sejak usia 9 tahun, Elga sudah mulai berlatih pencak silat dan terus berlanjut sampai usianya yang menginjak 17 tahun pada tahun ini. Dalam kurun waktu sekitar 8 tahun sejak pertama mengenal pencak silat, tidak ada kata istirahat berlatih bagi Elga. Atau bisa dibilang, latihan rutin terus dilakukan entah menghadapi kejuaraan atau tidak. “Intinya saya latihan terus, kalau ada yang memanggil saya siap gitu untuk bertanding,” katanya.
Lingkungan tempatnya tinggal, menjadi faktor utama yang membuatnya tekun di dunia pencak silat sejak usia muda. Dengan banyaknya teman sebaya yang berlatih pencak silat, membuatnya tertarik terjun di dalamnya. “Awalnya dulu sekedar latihan. Tapi makin ke sini mulai tertarik untuk menjadi atlet pencak silat agar bisa mendapatkan prestasi,” katanya. Dalam pandangannya, prestasi didapatkan dalam dunia pencak silat bisa mengantarkannya mendapatkan masa depan yang baik.
Banyaknya ilmu didapatkan dalam latihan bertahun-tahun yang dijalani, akan sangat lebih baik jika disalurkan menjadi sebuah prestasi dan menjalin silaturahmi. Bukan untuk mencari musuh atau saling bertikai dengan sama-sama pegiat pencak silat. “Lebih ingin melakukan kegiatan positif saja intinya, siapa tahu prestasi didapatkan bisa untuk mencari perguruan tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang baik,” ungkapnya. (*/din) Editor : Aburizal Sulthon Hakim