“Bahkan, saya rela harus tidur jelang Subuh karena membalas pesan WhatsApp yang banyak di HP saya,” kata dr Tika.
Delam menjalani aktivitasnya yang padat ini, tentunya dibutuhkan ketahanan tubuh yang prima supaya tetap bugar. Resepnya yaitu istirahat yang cukup, menerapkan pola makan bernutrisi sesuai dengan kebutuhan tubuh, serta berolahraga. “Setiap hari saya harus istirahat minimal 6 jam dan rutin berolahraga,” imbuh lulusan S-2 Biomedik Anti Aging Medicine Universitas Udayana Bali ini.
Olahraga yang dia tekuni sekarang ini yaitu gym dan menembak. Khusus menembak, awalnya dia melakukannya pada 2017 silam, tetapi hanya beberapa kali. Kemudian, dia mulai aktif satu tahun lalu, hingga bakat menembaknya dikembangkan sampai sekarang. Bahkan, tahun ini dia sudah mengantongi sertifikasi menembak dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin).
Olahraga menembak, menurutnya, merupakan olahraga yang menarik dan menantang. Karena dengan berbagai rutinitas dan kesibukannya, olahraga menembak ini dapat mengurangi tingkat stres. Dalam waktu dekat, dia juga berencana akan mengikuti kejuaraan menembak yang digelar di Pulau Dewata, Bali. “Menurut saya, olahraga (menembak) ini asyik, karena bisa sebagai pelampiasan,” pungkasnya sambil tersenyum. (yos/c1/tin/apr/rka) Editor : Dharaka Russiandi Perdana