Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kreatif! Bagus Sepdian Novanda Membuat Slompret dari Pipa Paralon

Nanda Nila Alvinda • Kamis, 22 Juni 2023 | 16:58 WIB
TERAMPIL: Bagus Sepdian Novanda memainkan/memamerkan trompet jaranan dari pipa paralon hasil karya pribadinya.
TERAMPIL: Bagus Sepdian Novanda memainkan/memamerkan trompet jaranan dari pipa paralon hasil karya pribadinya.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Dari awal, pemuda bernama Bagus asal Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, itu berhasrat untuk memiliki sebuah seruling dari pipa paralon. Yang tidak lain adalah untuk berlatih salah satu jenis alat musik tiup tersebut. Namun, untuk mendapatkan satu buah seruling dengan kualitas baik membutuhkan biaya sampai ratusan ribu. “Awalnya pengin sekali membeli seruling. Karena dari berbagai alat musik, yang belum pernah saya coba adalah seruling,” jelasnya.

Karena keterbatasan dana, Bagus -sapaan akrabnya- mulai berpikir cara membuat seruling sendiri dari pipa paralon agar tetap bisa mendalami alat musik tersebut. Setidaknya membutuhkan waktu tiga minggu baginya untuk mempelajari atau istilahnya melakukan riset untuk membuat seruling sendiri dengan bahan dasar pipa paralon. “Kalau eksekusinya hanya sehari. Tapi pagi sampai malam terus malakukan berbagai percobaan sampai akhirnya menemukan trompet seperti ini,” katanya, sambil menunjukan seruling dari pipa paralon hasil karyanya. “Mencoba terus tapi tidak berhasil-berhasil. Pada akhirnya bisa tahu kesalahannya di mana dan bisa jadi juga,” imbuhnya.

Saat berkunjung di kantor Jawa Pos Radar Tulungagung pada Jumat (16/6) lalu, Bagus juga menunjukkan suara trompet dari pipa paralon hasil karyanya. Secara umum, suara yang ditimbulkan memiliki kesamaan dengan trompet jaranan alias slompret dengan berbahan dasar bambu. Bahkan, bunyi yang ditimbulkan juga lebih nyaring.

Dia menuturkan, cara memainkan seruling pipa paralon buatannya juga sama seperti trompet jaranan pada umumnya. Karena selain bahan dasar, diatonis sampai bentuknya mencoba disamakan dengan seruling yang biasa digunakan para pemainnya.  “Semuanya disamakan. Kebetulan saya sejak kecil suka bermain musik dan mengerti nada juga,” akunya.

Bagus menjelaskan, hanya dengan membutuhkan pipa paralon sekitar 1 meter dengan ukuran 1 inchi bisa menghasilkan satu trompet jaranan. Itu jauh lebih murah dibandingkan harus membeli sendiri dengan harga berkisar ratusan ribu untuk trompet jaranan yang memiliki kualitas bagus. “Kalau bunyinya lebih nyaring dari pipa paralon, tapi masih lebih ulem (merdu) dari bambu. Mungkin karena daya resap pipa yang berbeda dari bambu,” ungkap Bagus.

Hasil karyanya itu ternyata mendapatkan respons positif dari masyarakat. Karena hampir setiap hari, Bagus mem-posting suara trompet pipa paralonnya pada media sosial yang dimiliki. Banyak teman-temannya dan warganet lainnya yang penasaran dengan apa yang telah dia buat itu. “Ada banyak yang menanyakan juga,” katanya.

Terkait rencana penjualan, Bagus belum optimistis karyanya itu bisa diterima masyarakat. Dengan begitu, sampai kini dia masih belum memproduksi dalam jumlah banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau untuk dijual kelihatannya masih belum, toh masih awal juga dan masih perlu dikembangkan lagi,” tandasnya.(*/c1/rka)

 

Editor : Nanda Nila Alvinda
#pipa paralon #Bagus Sepdian Novanda #slompret