RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Menjadi terapis kesehatan tradisional membuat Agus Wahyu Widodo menjadi solusi dari keluhan kesehatan masyarakat. Bahkan, kemampuan yang dimiliki staf tata usaha SMAN 1 Tulungagung ini didapatnya dengan belajar.
Terapi kesehatan tradisional sudah bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Tulungagung. Beragam keluhan kesehatan mulai pegal-pegal hingga peredaran kurang lancar dapat diatasi secara bertahap oleh Agus Wahyu Widodo. Tak hanya itu, terapi kesehatan tradisional yang ia rintis pun telah memiliki surat izin rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulungagung.
Sebelum memulai pijatan, pria yang akrab disapa Agus ini tampak menyemprotkan minyak khusus beraroma wangi ke tubuh pasien. Dari pijatan pertama saja, pasien berambut panjang dan berwajah sangar itu pun langsung menjerit kesakitan. “Wah lambung ini, Mas,” jelas Agus Wahyu Widodo, terapis kesehatan tradisional.
Baca Juga: Jelang Idul Adha 2023, Begini Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Trenggalek
Agus telah mempelajari bidang terapi kesehatan tradisional ini sejak 20 tahun lalu. Selain keahlian dari turunan, dia tertarik pada bidang terapis lantaran dapat membantu masyarakat untuk peduli pada kesehatan. Hal itu memantiknya untuk mempelajari segala bidang terapi kesehatan. “Sejak dari 20 tahun lalu. Ya karena punya ketertarikan, jadinya belajar ke orang-orang yang ahli pada bidang terapis,” ucapnya.
Keuletannya dalam mempelajari bidang terapi kesehatan tradisional ini membuatnya dapat melayani keluhan kesehatan dengan 6 metode terapi. Adapun seperti terapi pijat tradisional, gurah mata dan telinga, terapi al-hijamah atau bekam, terapi totok darah, hipnoterapi, dan terakhir terapi pijat perpaduan. “Saya pelajari semua bidang terapi itu karena memiliki manfaatnya masing-masing. Dengan begitu, keluhan dari pasien dapat saya bantu dengan melakukan terapi itu,” paparnya.
Di balik itu semua, ternyata Agus adalah seorang PNS di SMAN 1 Tulungagung. Kesehariannya, dia bekerja di bagian tata usaha. Dalam kondisi ini, dia lebih berkonsentrasi menyelesaikan tugas dari sekolah, khususnya Senin sampai Jumat. Kalaupun ada panggilan, baru dilayani usai jam sekolah. “Berbeda cerita saat hari libur, saya bisa melayani pasien sepanjang waktu. Bahkan sampai ke luar kota juga,” ungkapnya
Baca Juga: Kopi Ijo Khas Tulungagung Cita Rasa Nusantara
Pria 37 tahun ini menjelaskan bahwasanya minat masyarakat akan terapi kesehatan tradisional ini cukup tinggi. Kurang lebih sekitar 70 persen masyarakat Tulungagung akrab dengan pijat tradisional ini. Tak ayal dia kerap mendapatkan sekitar dua pasien per harinya. “Kalau jumlah pasien itu tidak pasti ya, bisa berubah-ubah. Tapi menurut saya yang efektif itu ya dua pasien,” ucapnya.
Banyak keluhan mulai dari pegal-pegal hingga penyakit berat seperti saraf, stroke, kolestrol, dan asam urat dapat dia tangani dengan terapi kesehatan tradisional tersebut. Tentu saja terapi pada penyakit dengan keluhan berat hanya dapat dilakukan secara bertahap. Bahkan, dengan keahliannya tersebut, dia berhasil mendapatkan surat izin rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulungagung dari tahun 2021 lalu. “Keluhannya itu beragam ya, kalau yang sering ya pegal-pegal, kolesterol, dan asam urat itu. Tentu saja dilakukan secara bertahap, tapi dalam satu kali terapi saja dapat dirasakan perbedaannya,” tutupnya. (*/c1/rka)
Editor : Nurul Hidayah