Yang pertama, memiliki jalan raya yang dijuluki jalur maut. Pasalnya, banyak sekali kecelakaan silih berganti di jalur itu. mulai kecelakaan tunggal sampai beruntun pernah terjadi. Baru-baru ini terjadi kecelakaan berturut-turut dalam kurun waktu yang dekat. Ngantru adalah kecamatan yang sekaligus berbatasan dengan Blitar dan Kediri. Tentu, ini menjadikan Ngantru adalah kecamatan yang strategis. Karena akses jalannya pun mudah sehingga dapat diakses semua kendaraan. Meski demikian, harus tetap hati-hati dan waspada saat berkendara di jalur ini.
Yang kedua, Kecamatan Ngantru dipisahkan dengan kecamatan lainnya oleh Sungai Brantas. Sisi sebelah barat Brantas memisahkan dengan Kecamatan Karangrejo, tepatnya Desa Jeli. Dulunya ada jembatan yang menghubungkan kedua kecamatan itu, namun sekarang jembatan tersebut ambruk dan hanyut terbawa arus sungai. Sehingga, saat ini warga mendirikan tambangan yang membawa kendaraan menggunakan perahu kecil yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun yang lalu.
Yang ketiga, memiliki 13 desa yang tersebar di beberapa wilayah yakni Desa Banjarsari, Batokan, Mojoagung, Bendosari, Kepuhrejo, Ngantru, Padangan, Srikaton, Pulerejo, Pojok, Pinggirsari, Pucuk Lor, dan Pakel.
Yang keempat, memiliki semua tempat jenjang pendidikan dari SD sampai kampus. Sekolah Dasar mungkin selalu ada di setiap dusun atau desa. Namun untuk jenjang SMP hanya beberapa desa seperti SMPN 1 Ngantru, MTs At-Thohiriyah, dan MTsN 7 Tulungagung. Sementara untuk jenjang SMA hanya ada di MA At-Thohiriyah. Dan jenjang perguruan tinggi ada STAI Diponegoro di Pinggirsari.
Editor : Nanda Nila Alvinda