Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Konon, Begini Terjadinya Sungai Brantas di Tulungagung

Nanda Nila Alvinda • Rabu, 5 Juli 2023 | 14:00 WIB
Salah satu spot di Sungai Brantas saat sore hari.
Salah satu spot di Sungai Brantas saat sore hari.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tulungagung memiliki sungai yang membentang di berbagai wilayah. Sungai itu bernama Sungai Brantas, yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Timur. Jawa Timur merupakan wilayah yang banyak menyimpan cerita rakyat yang sampai saat ini masih eksis di kalangan masyarakatnya. Jawa Timur memiliki salah satu Kabupaten yang sangat kental dengan folklore atau cerita rakyat.

Cerita rakyat Sungai Brantas di Tulungagung bermula dari abad ke-11 terdapat sebuah kerajaan bernama Kahuripan yang dipimpin seorang raja dari Bali sekaligus putra dari raja Bali, yakni Bernama Prabu Airlangga. Singkat cerita, Prabu Airlangga ingin bertapa dan menyerahkan tahtanya kepada putri semata wayangnya bernama Sanggramawijaya. Namun, putrinya tidak mau menggantikan ayahnya mengingat bahwa dirinya adalah perempuan. Ia lebih memilih untuk bertapa. Sanggramawijaya memohon restu kepada ayahnya untuk bertapa di Goa Selomangleng yanga ada di kaki gunung Klotok, Kediri. Di Kediri ia mengubah namanya menjadi Dewi Kili Suci.

Perwujudan Sungai Brantas di Kabupaten tercinta ini, Tulungagung disebabkan oleh Prabu Airlangga yang meminta satu dari kedua putranya dari selir untuk meneruskan tahtanya yang Bernama Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Raja mencari cara agar adil kepada putranya tersebut. Akhirnya mengutus Mpu Bharada. Kemudia, Mpu Bharada memberinya usul untuk membagi dua bagian sama rata dan raja pun menyetujuinya.

Mpu Bharada pun membawa kendi berisi air lalu ditumpahkan ke langit dan berubah menjadi sungai saat jatuh ke tanah. Sungai tersebut menjadi pembatas wilayah kekuasaan dan membelah suatu wilayah menjadi dua yakni wilayah miliki kedua putra Raja. Saat ini sungai tersebut dinamakan Sungai Brantas. Bagian timur yakni kerajaan Jenggala milik Mapanji Garasakan dan bagian barat kekuasaan Sri Samarawijaya.

Itulah sekilas kisah Sungai Brantas yang melegenda di tanah jawa.

Editor : Nanda Nila Alvinda
#sungai brantas #tulungagung #brantas