Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Simak, Fakta Unik Adat Becekan di Tulungagung

Nurul Hidayah • Kamis, 6 Juli 2023 | 02:30 WIB

ILUSTRASI : Pernikahan sebagai bentuk acara terbesar dalam hajatan.
ILUSTRASI : Pernikahan sebagai bentuk acara terbesar dalam hajatan.


RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kebiasaan mendatangi sebuah hajatan terutama saat di desa menjadi hal yang sangat lumrah. Hal ini juga terjadi pada stigma Masyarakat Tulungagung yang masih memiliki adat kental hingga saat ini. Kata ‘menyumbang’ memiliki arti yang pekat dalam sebuah tradisi hajatan. Sebut saja bentuknya seperti adat nyumbang lagu, uang becek, gawan (beberapa makanan untuk sajian hidangan) hingga menyumbang rokok.

Masyarakat Tulungagung aka wong Tulungagung memiliki istilah lain dalam hal 'menyumbang' hajatan. Menyumbang bukan berarti mendonasikan atau seputar memberi sesuatu hal saja, akan tetapi itu sama halnya dengan ‘nyelengi’ agar nanti dapat dikembalikan saat berganti kita yang memiliki hajatan. Hal ini sudah erat sekali adat seperti itu hingga sekarang.

Yang pertama, yaitu kebiasaan bapak-bapak di Tulungagung pada saat tetamu di hajatan orang lain. Mereka memiliki kebiasaan menyumbang rokok (buwoh rokok). Entah itu terkadang bisa satu press atau bisa sampai dua press rokok. Entah dari mana asal muasal kebiasaan ini bermula, tetapi hal ini akan sangat berguna.

Selanjutnya, bagi masyarakat Tulungagung pasti nggak asing lagi dengan kebiasaan kondangan satu desa. Hal ini bertujuan untuk mengeratkan tali silaturrahmi dengan yang punya hajat.

Yang ketiga, pasti nggak asing lagi dengan primadona atau penyanyi untuk memeriahkan acara pernikahan. Biasanya orang Tulungagung akan menyewa organ tunggal untuk digunakan sebagai hiburan bagi tamu undangan. Hal ini akan membuat beberapa tamu undangan tertarik dan terkadang akan ikut menyumbang lagu. Bahkan, ada orang yang ikut bergabung dengan sang penyanyi. Hal itu sama halnya dengan istilah ‘nyawer sing nyanyi’ .

Disamping itu, Tulungagung juga memiliki segudang adat istiadat yang dilakukan saat hajatan berlangsung sampai sekarang. Meski tak banyak orang tahu tentang budaya asli saat memeriahkan hajatan, tetapi banyak orang-orang yang berusaha keras untuk membuat hiburan sendiri agar acara hajatan terlihat meriah.

Nah itu dia beberapa fakta unik Masyarakat Tulungagung saat mengisi hajatan. Sangat bervariasi, bukan?

 

Editor : Nurul Hidayah
#Adat #menyumbang #hajatan #masyarakat