Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perempatan Legend di Tulungagung, Apa Aja Tuh?

Nurul Hidayah • Jumat, 7 Juli 2023 | 03:45 WIB

PEREMPATAN LEGEND : Perempatan Gorga merupakan salah satu perempatan legenda di Tulungagung.
PEREMPATAN LEGEND : Perempatan Gorga merupakan salah satu perempatan legenda di Tulungagung.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Berbicara tentang jalan di Tulungagung pasti sering sekali melewati perempatan-perempatan legenda ini. Perempatan adalah jalan yang dibagi 4 arah bertujuan untuk menghubungkan dari satu arah ke arah lain agar kendaraan tidak semrawut dan arus lalu lintas tertata rapi.

Terkadang memang ada beberapa perempatan yang hanya dilewati satu arah. Namun, jangan khawatir kamu perlu belajar dulu tentang arus lalu lintas di Tulungagung agar lebih hati-hati.

Hmmm...Lalu apa aja sih perempatan legenda di Tulungagung? Yuk simak penjelasan berikut ini!

1. Perempatan Rumah Sakit Lama

Perempatan Rumah Sakit Lama atau orang biasa menyebutnya Prapatan Prayit, berlokasi di daerah Rejoagung sebelah utara atau berada di Jalan Hasanuddin. Yang mana perempatan ini menghubungkan arah Jepun di bagian utara, arah Kepatihan di sebelah timur dan arah Pasar Wage di sebelah barat.

Dalam sejarahnya, perempatan ini dulunya terdapat area Rumah Sakit dan dokternya yang terkenal, yaitu Dokter Prayit pernah praktek disitu. Sehingga lambat laun agar mudah dihafali, perempatan tersebut juga dinamai Perempatan Prayit. 

Nah, jika kamu dari daerah Ngantru dan ingin pergi ke Tulungagung kota, pasti akan melewati perempatan ini kan?

2. Perempatan BTA

Jalan I Gusti Ngurah Rai yang berada di daerah Perempatan BTA ini terbagi menjadi 4 rute jalan. Yang mana di sebelah kanan merupakan arah ke perempatan TT (Tulungagung Theater) lalu ke arah kiri yaitu menuju ke arah Bago. Jika kamu ingin ke Mie Gacoan, bisa jadi kamu melewati perempatan ini.

Penamaan perempatan BTA ini bermula dari Toko Batik Tulungagung yang dulunya berada di persimpangan jalan tersebut. Lama kemudian penamaan BTA aka Batik Tulungagung menyebar ke seluruh masyarakat kota. Nah dari situ dikenal dengan perempatan BTA.

3. Perempatan Jepun

Yang mau ke Mixue pernah lewat ini nggak? Pasti dong!

Meskipun perempatan Jepun ini terdengar biasa saja pada beberapa orang. Namun, bagi kamu yang ingin ke Wajak lebih singkat lewat sini kok. Karena perempatan Jepun lokasinya yang berada di tengah-tengah Jepun, sehingga sangat mudah dihafal.

4. Perempatan TT (Tulungagung Theater)

Tulungagung tempo dulu yang masih memiliki tugu jam gadang di tengah kota ini disimbolkan sebagai patokan perempatan terbesar di Tulungagung kota. Selain itu, pada tempo dulu disamping perempatan tersebut berdiri sebuah gedung bioskop yang bernama Bioskop Wijaya. Karena dulu Tulungagung masih memiliki satu bioskop saja, sehingga dinamai sebagai Tulungagung Theater atau TT. Seperti biasa, kemudian daerah itu dinamakan perempatan TT agar mudah dihafal masyarakat.

Jika kamu melewati ini dari sisi selatan dan timur, diharuskan kendaraanmu harus muter dulu yak.. kalo nggak siap-siap deh bakal distop secara mendadak..

Dulunya perempatan ini hanya dikhususkan untuk satu jalur saja, namun beberapa tahun kemudian polisi mengatur ulang kebijakan kendaraan tetapi masih berada dibawah pengawasan.

5. Perempatan Gorga

Kenapa dinamakan perempatan Gorga? Pernah terngiang-ngiang nggak pertanyaan itu?

Asal mula penamaan perempatan ini, adalah pada zaman dahulu berdiri sebuah cafe yang bernama Cafe Gorga. Mayoritas pengunjung merupakan kupu-kupu malam. Karena dahulu, tempat hiburan malam ini cukup terkenal. 

Disamping itu, perempatan ini cukup terkenal karena banyaknya toko-toko yang berdiri disitu. Bagi kamu yang ingin pergi ke Jalan Basuki Rahmat atau ingin menghabiskan waktu berjalan kaki di daerah pertokoan, kamu wajib tahu perempatan ini..

6. Perempatan 55

Terakhir ada perempatan legend Tulungagung, yaitu perempatan 55. Jangan salah, daerah ini mayoritasnya ditinggali oleh para koko-koko dan cici-cici, lho. Perempatan ini sangat populer pada masa tempo dulu. Karena berkembangnya masyarakat Tionghoa, mereka memulai bisnisnya di daerah ini dan berkeluarga.

Lalu apa alasan dinamakan perempatan 55 padahal kelihatannya seperti perempatan biasa?

Karena dahulunya ada sebuah toko yang bernama toko 55 yang sangat terkenal pada masanya. Hal ini diberikan nama agar mudah dihafal yaitu dengan penamaan perempatan 55 yang berada di Jalan Teuku Umar, Kauman, Kecamatan Tulungagung.

 

Editor : Nurul Hidayah
#tulungagung #legend #Perempatan