Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Bukan Cah Tulungagung Namanya Kalau Belum Tau Kata Ini

Nanda Nila Alvinda • Sabtu, 8 Juli 2023 | 14:00 WIB
ILUSTRASI: Anak muda berkumpul.
ILUSTRASI: Anak muda berkumpul.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Selain dijuluki sebagai Kota Cethe dan penghasil marmer Tulungagung memiliki ciri khas lain yakni, memiliki bahasa dengan pelafalan yang sangat khas cah Tulungagungan. Berikut adalah kata-kata yang sering digunakan di Tulungagung, bisa jadi kamus kamu saat berkunjung ke Tulungagung.

Cah

Setiap kota memiliki sapaan yang berbeda dan khas. Di Surabaya misalnya terkenal dengan “Rek” yang digunakan untuk kata panggilan. Hal ini juga berlaku saat di Tulungaagung. Ketika memanggil orang seumuran atau di bawah umur warga Tulungagung menyebutnya dengan “Cah”. Contohnya “cah wes podo mangan ye?” memiliki makna yang sama dengan “kalian sudah pada makan kah?”.

Peh

Ini menjadi kata legend di Tulungagung dan siapa saja yang mengucapkan kata ini pasti dilabeli plat AG alias Tulungagung. Kata “Peh” sering digunakan sebagai ungkapan kekecewaan karena suatu hal yang tak sesuai harapan. Seperti ban bocor di jalan padahal buru-buru mau ke tempat kerja, “Peh! Selak kesusu malah ban bocor” yang dalam bahasa Indonesia “Waduh! Padahal buru-buru malah ban bocor”.

Mendah

Kta selanjutnya, “Mendah” di Tulungagung memiliki arti “Masa sih” dalam bahasa Indpnesia. Diungkapkan saat merasa ragu-ragu terhadap ucapan lawan bicara tentang suatu hal. Seperti ingin memastikan lagi ucapan lawan bicaranya itu. Contoh:

Paijo: “Siti seng kae lungo nek Arab to tibake”

Giono: “Mendah jo?”

Ngedong

Biasanya orang-orang mengatakan ungkapan “Ngerti”, namun di Tulungagung mengucapkan “Ngedong” untuk memahami suatu hal. Seperti pada dialog di bawah ini.

Rukayah: “Nem, wes ngedong rung sesok aku budal kaji?”

Inem: “sak ngedongku ki sasi ngarep to yah”

Ongak

Kata ini memiliki sama arti dengan kata “Lihat” dalam bahasa Indonesia. Hampir jarang mendengar kata ini karena kata “Ongak” sering diganti dengan “delok”. Contoh:

Ibu: “Ongaken gas e wes mati rung!”

Ana: “Nggih bu”

Menambahkan vocal /u/ pada suatu kata

Warga Tulungagung sering menambahkan /u/ pada suatu kata dengan maksud melebihkan makna. Seperti kata “Adoh” menjadi “Uadoh”.

“Adoh” artinya jauh

“Uadoh” artinya sangat jauh

Semlenget

Kata “Semlenget” berarti demam, kata ini sering diucapkan untuk medeskripsikan badan yang hangat.

Itulah beberapa kata yang menjadi ciri khas Tulungagung sampai sekarang masih eksis diucapkan untuk berkomunikasi dengan warga lokal. Ada tambahan kata lain?

 

 

 

Editor : Nanda Nila Alvinda
#cah tulungagung #kata #cah #bahasa #tulungagung