Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ketika Pembahasan Islam Timur dan Barat Jadi Topik yang Menarik ATI

Matlaul Ngainul Aziz • Rabu, 12 Juli 2023 | 00:00 WIB

 

 

 

HIKMAT: Kajian interaktif mengenai Islam Timur dan Islam Barat pada kegiatan Discovery Islam Indonesia yang diselenggarakan oleh ATI.
HIKMAT: Kajian interaktif mengenai Islam Timur dan Islam Barat pada kegiatan Discovery Islam Indonesia yang diselenggarakan oleh ATI.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Sekian lama tak muncul ke permukaan, Discovery Islam Indonesia yang diinisiasi Anak Thoriqoh Indonesia (ATI) kembali digelar pada Jumat (7/7) lalu. Kajian interaktif yang dibalut dengan santai ini mendapatkan puluhan perhatian di kalangan-kalangan akademisi Tulungagung. Adapun Discovery Islam Indonesia ini telah ke-15 digelar dengan tema diskusi Islam Timur dan Islam Barat.

 

Seiring perkembangan zaman, dunia Islam kian meluas ke berbagai wilayah di penjuru dunia. Berdasarkan geografis, dunia Islam terbagi menjadi timur dan barat. Hal inilah yang menggelitik ATI untuk mengangkat tema Islam Timur dan Islam Barat pada kajian interaktif Discovery Islam Indonesia dengan pemateri Halim M. Khoiri dan M. Ikhsan Kacung.

Pada Jumat (7/7) malam terlihat puluhan orang berduyun-duyun tiba di Pendapa Sajroning Manah. Meski rintik gerimis pada malam itu, tidak memudarkan semangat penikmat diskusi dari kajian interaktif Discovery Islam Indonesia dengan tema Islam Timur dan Islam Barat yang diprakarsai oleh ATI.

Pada dunia Islam belahan timur dikenal kota Baghdad, Irak sebagai pusat peradabannya dan dunia Islam bagian barat dikenal Kota Kordoba, Spanyol sebagai pusatnya. Jika meninjau dari perkembangan dan kemajuan pemikiran falsafah Islam, perbedaan letak geografis yang sudah disebutkan diatas mempengaruhi corak pemikiran ulama dan filsuf Islam pada umumnya. Tak ayal dari perbedaan tersebut, tindak tanduk dalam menjalankan peribadatan juga mengalami pergeseran meski tetap dalam kaidah Islam.

Pemateri, Halim M. Khoiri mengatakan, bahwasanya penyebutan Islam Timur dan Islam Barat telah berulang kali disebutkan pada kitab suci Al1uran, seperti pada surat Maryam. Menurutnya pada ayat tersebut Maryam atau ibu dari Nabi Isa AS, berhijrah dari barat menuju ke timur dan menutupi dirinya dengan hijab. “Pada ayat tersebut memiliki banyak makna yang tersirat,” jelasnya, Minggu (9/7).

Dalam Alquran sendiri penyebutan timur dan barat pasti didahulukan dengan menyebut bagian timur terlebih dahulu. Menurutnya dengan adanya tanda tersebut, bagian timur menjadi bagian yang lebih dekat dengan nur atau cahaya. “Sedangkan barat dapat diartikan jauh akan cahaya. Maka dari itu penyebutannya pasti didahulukan dengan menyebut bagian timur terlebih dahulu. Seperti itulah bahasa-bahasa dalam Alquran,” ucapnya.

Sebenarnya, bagian timur dan barat memiliki beberapa perbedaan pengertian berdasarkan dimensi ruang dan waktu. Tak hanya mengacu pada geografis, perbedaan timur dan barat juga terletak pada dimensi metafisik. “Jadi bukan hanya pada geografis, Islam Timur itu di wilayah bagian timur dan Islam Barat itu di wilayah bagian barat. Ada yang lebih tinggi dari itu,” paparnya.

Mengetahui hal tersebut, maka kesadaran akan Tuhan Sang Maha Kholiq menjadi titik tumpu yang menentukan pada bagian mana kita berada. Menurutnya dengan kesadaran akan hakikat tersebutlah penting untuk menjadi pegangan umat muslim sehingga tidak memicu perdebatan tak berarti. “Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu bisa melalui 3 jalur keilmuan. Yakni melalui kalam, filsafat, dan tasawuf,” tutupnya.

Sementara itu, pemateri berikutnya, M. Ikhsan Kacung mengungkapkan mayoritas dalam mengkaji keilmuan, pada dunia Islam bagian timur lebih cenderung mengutamakan akhlak daripada rasionalitas ilmu itu sendiri. Berbeda halnya dengan dunia Islam bagian barat yang lebih mengutamakan keterbukaan dan rasionalitas dalam mengkaji keilmuan. “Kalau di timur itu coraknya pasti lebih mendahulukan adab terlebih dahulu. Itu juga yang diajarkan di pesantren-pesantren dan sudah menjadi metode mengajar sejak lama,” jelasnya

Dalam hal ini, dunia Islam bagian timur dalam mempelajari ilmu harus bersumber pada sanad yang runtut dan jelas. Lalu, konsep ilmu Barat ialah mengajarkan dengan daya pikir dan historikal. Kemudian berdasarkan falsafah Islam di Timur coraknya lebih kepada nuansa keagamaan atau riyadhoh. Dalam hal ini, membahas mengenai bagaimana mempersatukan ummat dengan falsafah yang menyudut kepada ranah keagamaan secara saling berhubungan. “Sedangkan di Barat, falsafah hadir melalui jalan sains. Mereka tidak terlalu disibukkan dengan perlawanan terhadap hegemoni budaya lokal yang dianggap dapat membahayakan eksistensi akidah mereka,” ucapnya.

Melihat dari sisi perkembangannya, falsafah Islam di Timur lebih banyak membahas hal yang berkenaan dengan etika. Berbeda ketimbang di Barat yang banyak membahas mengenai sains, matematika, fisika dan lain sebagainya. “Tetapi bukan berarti di timur itu tidak mengkaji sains, matematika, fisika, dan keilmuan lainnya. Melaikan etika atau adab dalam mengkaji ilmu itu lebih diutamakan,” pungkasnya. (*/rka)

Editor : Nurul Hidayah
#islam #Anak Thoriqoh Indonesia #kajian