RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Jejak sejarah di Tulungagung masih beraroma pekat dalam ditemukannya bekas-bekas sejarah, salah satunya Bekas Pabrik Gula Koenir yang dulunya pernah dijadikan sebuah tempat memeras keringat rakyat pribumi sekarang hanya tinggal nama. Pabrik ini berlokasi di daerah Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Dalam sejarahnya, lokasi Pabrik Koenir menyimpan banya misteri kelam. Pabrik Gula Koenir telah berdiri sejak zaman kolonial ini menuai pro-kontra. Banyak yang berspekulasi bahwa bekas pabrik gula ini adalah bekas tempat tinggal Noni Belanda hingga pernah dijadikan tempat prostitusi.
Ditengah-tengah rumor yang beredar, banyak yang percaya bekas pabrik tersebut kerap ditemui penampakan. Salah satunya kemunculan Noni Belanda yang cantik jelita dengan rambut terurai berwarna pirang, tak jarang mengganggu warga sekitar.
Umumnya, Pabrik Gula Koenir sama halnya dengan Pabrik Gula Modjopanggoong dahulu difungsikan sebagai lokasi pemerasan tebu atau menjadi cikal bakal gula tebu. Namun, pada tahun 1930, Pabrik Gula Koenir ditutup total. Bahkan sekarang tempat ini hanya tinggal nama saja.
Diketahui bahwa Pabrik Gula Koenir telah berdiri sejak zaman kolonial. Awal mulanya, tempat tersebut merupakan bekas salah satu Rumah Belanda atau dikenal sebagai Rumah Indis. Usut punya usut, pabrik gula ini ternyata milik Nyai Kontring, seorang Wanita Belanda yang pernah memiliki bisnis usaha perkebunan tebu terbesar pada masanya. Lokasi kawasan Tetapi, lokasi pabrik gula sudah dihentikan sebelum kemerdekaan. Lokasi ini juga pernah digunkan sebagai acara uji nyali oleh sebuah stasiun televisi.
Tentang adanya cerita-cerita mistis penampakan noni belanda, sebagian warga atau pengunjung yang datang di area bekas pabrik tersebut mengungkapkan memang dahulu sangat sepi dan gelap. Namun, setelah dibangunnya tempat-tempat baru di sekitar daerah tersebut keadaan mulai berubah. Bahkan dengan bertambahnya pemukiman penduduk yang membuat lokasi tersebut menjadi terang benderang dan hawa yang biasa.