Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menilik Karir Emas Nico Kim, Asah Skill dari Nol Hingga Jadi MC Ternama

Matlaul Ngainul Aziz • Kamis, 13 Juli 2023 | 20:00 WIB

 

TANGGUH: Nico Kim belajar mandiri sejak kecil.
TANGGUH: Nico Kim belajar mandiri sejak kecil.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Memiliki kisah hidup yang pelik, Nico Kim, salah satu pembawa acara tersohor di Tulungagung ini berjuang menapaki karirnya dari titik nol. Bahkan, pria 35 tahun ini sejak kecil telah ditinggal kedua orang tuanya sehingga membuatnya tegar dalam menghadapi asam manisnya kehidupan.

Tak sedikit pembawa acara yang dapat bertahan dalam kerasnya persaingan karir. Bahkan, sekelas Nico Kim, salah satu pembawa acara tersohor di Tulungagung ini mengawali karirnya dengan upah ucapan terima kasih. Berkat pembawaan yang flamboyan dan candaan khasnya, pria bernama asli Muhammad Hakim ini berhasil memikat penonton untuk ikut riuh dalam acara yang digawanginya.

Sedari kecil, Nico Kim telah ditinggal kedua orang tuanya. Hal itu membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Merasakan pahitnya kehidupan sejak kecil, membuatnya memiliki jiwa sekuat batu untuk bertahan hidup. “Ya karena ditinggal orang tua itu, sejak kelas 5 sekolah dasar sampai kelas 3 madrasah tsanawiyah itu tinggal di panti asuhan. Mungkin karena itu jadi punya semangat untuk survive lebih,” jelasnya kemarin (12/7).

Pria asli Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, ini juga sempat merasakan pendidikan di pondok pesantren. Namun sayangnya, waktu yang dia habiskan untuk mengenyam pendidikan di pesantren tidak berlangsung lama. “Ya mungkin hanya sekitar 6 bulan lah. Kalau anak-anak lain dapat sangu dari orang tua, sedangkan saya tidak. Jad,i saya terpaksa keluar pondok untuk menyambung hidup,” ucapnya.

Karir pria 35 tahun ini pun tidak berlangsung berjalan mulus layaknya saat ini. Di awal karirnya, dia sempat menjadi penyiar radio dengan jam siar dini hari. Namun, pengalaman pada saat siaran tersebutlah yang justru menjadi modal terbesarnya. “Jadi penyiar radio itu sekitar 2006. Siapa yang mau mendengarkan radio, Mas? Wong saya siaran itu pukul 23.00 WIB sampai 01.00 WIB. Jadi ya nyerocos gitu aja,” paparnya.

Merasa punya cukup pengalaman dalam membawakan sebuah program di stasiun radio, dia pun mencoba memberanikan diri untuk tampil sebagai pembawa acara. Memiliki gaya flamboyan dan candaan yang khas membuat karir dari Nico Kim kian mentereng. Bahkan, kini permintaan untuk menjadi pembawa acara berasal dari wilayah-wilayah di Jawa Timur. “Ya alhamdulillah semua itu rezeki, jadi ya harus disyukuri. Pasti tidak ada proses yang mengkhianati hasil, semuanya itu butuh proses,” tutupnya.(*/c1/rka)

Editor : Nurul Hidayah
#nico kim #karir #inspiratif