Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tradisi Cuci Keris Pada 1 Suro Bagian Dari Warisan Budaya

Nanda Nila Alvinda • Selasa, 18 Juli 2023 | 16:00 WIB
Pusaka keris peninggalan sejarah.
Pusaka keris peninggalan sejarah.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tradisi cuci keris pada 1 Suro adalah salah satu praktik yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dalam merayakan hari tersebut. Keris adalah sejenis senjata tradisional yang memiliki makna dan kekuatan spiritual dalam budaya Jawa. Pada tanggal 1 Suro, keris dianggap membutuhkan penyucian untuk memulai tahun baru dengan energi yang bersih dan berkah.

Proses cuci keris pada 1 Suro biasanya melibatkan beberapa langkah sebagai berikut:

1. Persiapan: Sebelum memulai proses cuci keris, orang yang melakukan ritual akan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan, termasuk air suci seperti air tirta atau air bunga.

2. Pembersihan Fisik: Keris akan dibersihkan secara fisik dengan hati-hati menggunakan air dan kain lembut untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel pada bilah dan sarung keris.

3. Penyucian: Setelah pembersihan fisik, keris akan disucikan secara spiritual dengan menggunakan air suci atau air tirta. Air suci akan diambil dari sumber yang dianggap sakral, seperti sumber mata air atau tempat-tempat suci. Keris kemudian akan dicelupkan ke dalam air suci atau diusapkan dengan air suci untuk membersihkan energi negatif atau pengaruh buruk.

4. Upacara dan Doa: Selama proses cuci keris, orang yang melakukan ritual mungkin menyertakan doa atau mantra untuk memohon berkah dan perlindungan kepada Tuhan atau roh leluhur. Mereka juga bisa membakar dupa atau memberikan sesaji sebagai ungkapan penghormatan dan permohonan restu.

5. Penyimpanan Kembali: Setelah keris selesai dicuci, keris akan dikeringkan dengan hati-hati dan kemudian ditempatkan kembali dalam sarungnya yang bersih. Keris yang telah dicuci dianggap siap untuk digunakan dalam tahun yang baru dengan energi yang diperbaharui.

Tradisi cuci keris pada 1 Suro merupakan bagian dari warisan budaya Jawa yang melibatkan aspek spiritual, kepercayaan, dan penghormatan terhadap senjata tradisional tersebut. Penting untuk diingat bahwa pelaksanaan tradisi ini dapat berbeda-beda tergantung pada keyakinan dan tradisi masyarakat Jawa di berbagai daerah.

Editor : Nanda Nila Alvinda
#cuci keris #tradisi 1 suro #keris #warisan budaya