RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tradisi merupakan bentuk kebudayaan yang ditinggalkan oleh leluhur secara turun temurun. Tradisi-tradisi ini ternyata masih eksis hingga sekarang. macam-macam tradisi di Tulungagung tentunya banyak sekali. Tak hanya satu atau dua tradisi saja, Tulungagung melek akan tradisi leluhur sejati yang meliputi tradisi manten kucing, kyai upas, dan ulur-ulur.
Banyak daerah di kawasan Tulungagung yang masih memegang erat tradisi-tradisi seperti ini. Terutama Tulungagung bagian Selatan. Karena kawasannya dekat dengan perairan, maka seringkali dilakukan tradisi-tradisi seperti halnya Labuh Laut. Bukan hanya itu, tradisi yang lainnya masih tetap diadakan setiap tahun. Hal ini ditujukan kepada Yang Maha Esa sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat dan rezeki yang telah diberikan masyarakat Tulungagung sejahtera hingga kini.
Lalu, apa saja tradisi-tradisi di Tulungagung yang masih dipegang hingga saat ini?
- Manten Kucing
Manten kucing merupakan budaya tradisi di Tulungagung yang dilaksanakan saat ingin memohon kepada Yang Maha Esa untuk menurunkan hujan. Manten kucing dilaksanakan melalui pengantin kucing lak-laki-dan perempuan.
- Labuh Sembonyo
Labuh laut atau Labuh Sembonyo adalah tradisi yang dilakukan di sekitar pantai untuk persembahan ‘Ratu Kidul’ atau Ratu Pantai Selatan. Labuh Sembonyo dilakukan setiap minggu kedua di Bulan Suro di Pantai Popoh.
- Ulur-ulur
Ulur-ulur merupakan upacara tradisional yang dilakukan di Danau Buret setiap tahun pada Sabtu Legi di Bulan Suro. Ditengah upacara tersebut terdapat ‘Nglampet’, yaitu menghalangi air danau yang bertujuan untuk pertahanan irigasi. Tradisi ini masih terikat erat di Desa Sawo dan sekitarnya. Mereka juga mengandalkan tradisi Turun Gunung hingga Bersih Desa.
Editor : Nurul Hidayah