RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Menilik tentang pendopo milik Tulungagung yang berlokasi di Jalan R.A Kartini terkadang membuat penasaran sebagian orang. Bagaimana sejarah penamaan tersebut menjadi lika-liku sebuah perjuangan Rakyat Tulungagung pada masa lampau.
Nama Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso telah dciptakan sekitar 194 tahun yang lalu. Hal ini dipatenkan sebagai nama Pendopo di Tulungagung saat masa pemerintahan Bupati Tulungagung yang pertama, R.M.T. Pringgodiningrat.
Pendopo yang bernama Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso ini dibangun pada tahun 1824 silam lalu. Beda dari sekarang, Dahulu tempat tersebut dinamakan Pendopo Agung Kadipaten Tulungagung. Dulunya tempat ini merupakan sebuah tempat Bupati Tulungagung saat kegiatan acara rapat besar dan perayaan.
Bangunan Pendopo ini dibangun pada masa perpindahan pusat pemerintahan Ngrowo dari Kalangbret ke Tulungagung. Hal ini juga berhubungan erat dengan kisah sejarah Babad Tulungagung saat menjadi wilayah Kadipaten Ngrowo.
Pada jaman dahulu Ngrowo masih berpegangan erat dengan wilayah Kalangbret, hingga pada masa itu pemerintahannya disebut "Pemerintahan Ngrowo di Kalangbret". Sesuai dengan perintah Bupati Tulungagung yang pertama, dibangunlah tempat seperti pendopo pada bagian utara pusat kota atau alun-alun sebagai Pendopo Agung Kadipaten. Namun, Pendopo Tulungagung mendapatkan julukkan spesial dari Bupati Tulungagung yang ke-29 sebagai "Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso" hingga dikenal sampai sekarang.
Jika menilik transisi pada bangunan ini, dapat dikaji melalui gaya bangunan erat sekali dengan kesan tradisionalnya. Meskipun bangunan ini banyak perubahan dari masa ke masa, tetapi tidak menghilangkan nilai estetikanya. Karena kehidupan masyarakat jaman dulu telah menjadi awal peradaban untuk bangunan Pendopo Tulungagung ini.
Kini didepan Pendopo Tulungagung yang tepatnya di utara alun-alun mendapatkan kesejukan alam yang dapat dirasakan. Selain itu, penataan lingkungan di sekitar area pendopo juga menjadi daya tarik masyarakat Tulungagung. Dengan menampilkan wahana-wahana yang asri tentunya dapat dinikmati sebagai saran kedamaian bagi masyarakat. Utamanya untuk anak-anak yang sangat menyukai atmosfer disekitar tempat dinas bupati tersebut.
Editor : Nurul Hidayah