Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gegara Body Shamming, Gadis Blitar Ini Bagi Tips Diet Khusus, Ini Sosoknya

M. Subchan Abdullah • Selasa, 25 Juli 2023 | 04:00 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN BLITAR - Sering terkena body shaming membuat Putri Sizuka Febriana Widodo bertekad untuk mengubah pola hidup. Berbekal informasi dari internet, warga Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat ini berhasil membuat program diet sendiri. Alhasil, berat badannya (BB) turun dengan waktu yang cukup singkat.

Tak butuh waktu lama untuk mengurangi BB berlebihnya. Cukup 8 bulan dia sudah berhasil mengurangi BB hingga 16 kilogram (kg). “Dulu diangka 85 kg, Alhamdulillah sekarang sudah 69 kg,” ungkap perempuan berhijab ini.

Memiliki hobi olahraga memudahkannya untuk menjalankan diet. Lari, badminton, renang, dan bersepeda menjadi kegiatannya disela-sela waktu luang. Bahkan, futsal menjadi pilihan ketika duduk di bangku sekolah.

Tak hanya olahraga, menjaga pola makan juga penting untuk keberhasilan program diet. Defisit kalori menjadi pilihan karena lebih simple dan dampaknya tidak terlalu ekstrim bagi tubuh. Dia menjaga asupan kalori makanan yang masuk ke dalam tubuh. Seperti mengurangi kadar gula, garam, minyak pada makanan.  “Bukannya nggak makan itu semua, tapi sedikit dikurangi dengan porsi yang sewajarnya,” jelasnya.

Untuk makan nasi dilakukan siang dan malam hari. Dengan takaran cukup tiga sampai lima sendok sekali makan. Sebagai gantinya dengan memperbanyak makanan berserat dan berprotein seperti buah dan sayur-sayuran.

Perempuan yang akrab dipanggil Sizuka ini mengungkapkan, sebelum melakukan diet dengan defisit kalori harus memahami BMR dan TDEE tubuh masing-masing. BMR sendiri energi yang dikeluarkan untuk kinerja organ atau metabolisme tubuh. Sedangkan TDEE mencakup energi untuk seluruh tubuh yang didalamnya mencakup BMR. “Kuncinya harus bisa menghitung TDEE sebelum melakukan defisit kalori. Supaya kita tau kalori harian yang dibutuhkan dalam tubuh,” paparnya.

Selain itu, dia juga melakukan olahraga seperti workout ringan di rumah, berenang, atau badminton. Paling tidak harus rutin dilakukan 3 hingga 5 kali dalam seminggu.

Bukan hanya karena body shamming saja, alasan kesehatan juga membuatnya semangat melakukan diet. Rupanya, sejak kecil Sizuka sering terjangkit penyakit. Seperti alergi debu, cuaca, dan tifus jika terlalu kecapekan. Semenjak melakukan diet tersebut, dengan mindset ingin mengubah hidup sehat dirasakan tubuh semakin bugar dan tidak pernah merasakan alergi lagi.

Menurutnya, kunci diet agar sukses adalah dimulai dari niat dan konsisten. Sebab, diet tidak bisa dilakukan secara instan alias bertahap. Serta selalu enjoy menjalankan program diet yang dijalani. Jangan terlalu ekstrim dan memaksakan diri. “Cukup konsisten saja nanti seiring berjalannya waktu pasti akan terlihat benefit dari kita memulai hidup sehat,” katanya.

Meski belum mencapai target idel yang ingin dicapai yakni 55 kg, dia mengaku selalu semangat dalam menjalankan program diet yang dilakoninya. Sebab, banyak manfaat yang akan didapat ketika mengubah pola hidup. Bukan hanya untuk menunjang penampilan tetapi juga demi menjaga kesehatan diri sendiri. (mg1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#tips #diet #body shaming