RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tulungagung memiliki banyak sekali macam flora dan fauna. Tanpa disadari, kota yang mendapatkan julukan Kota Marmer hingga Kota Ingandaya kini masih eksis dengan pelestarian hewan orisinilnya Tulungagung. Sebut saja seperti ikan kuthuk, kera ekor panjang dan burung kuntul. Namun, ditengah-tengah populasi masyarakat semakin membludak, dikhawatirkan hewan-hewan ini akan terancam punah di masa depan.
Pada jaman dahulu memang Tulungagung dikisahkan sering menjadi langganan banjir. Hal ini memicu air yang menggenangi hampir seluruh kota. Nah, didalamnya terdapat banyak hewan dari perairan muncul beberapa lama kemudian. Kemudian tumbuh seiring berkembangnya jaman.
Lalu apa aja sih hewan-hewan khas Tulungagung yang masih ada hingga sekarang dan bahkan terancam punah?
- Monyet Ekor Panjang
Populasi hewan-hewan seperti monyet ekor panjang sangat berpengaruh. Pasalnya, hewan-hewan tersebut dibiarkan berkeliaran di area lingkungan terbuka seperti salah satunya pada area lokasi pemakaman Ngujang.
Meskipun, monyet ekor panjang dibiarkan di area bebas seperti itu tak menurut kemungkinan hewan tersebut bebas dari pemburuan liar. Namun, juru kunci pada Makam Ngujang tak perlu risau karena hewan tersebut sangat patuh sebagai penjaga makam Ngujang itu dan tak yakin akan berkeliaran bebas hingga jauh dari habitatnya.
- Ikan Kuthuk
Ikan Kuthuk menjadi salah satu hewan langka. Untuk saat ini, ikan kuthuk banyak diburu sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Mengingat Tulungagung pada jaman dahulu pernah menjadi sasaran banjir, sehingga banyak ditemukan berbagai macam ikan. Sehingga masyarakat menjadi terbiasa untuk membudidayakan ikan-ikan tersebut menjadi suatu peluang pencaharian.
Terlepas Ikan Kuthuk memiliki banyak mnafaat, namun perlu juga untuk melestarikan hewan liar yang satu ini.
- Burung Kuntul
Siapa yang pernah melihat hewan ini?
Hewan yang bernama burung kuntul ini banyak ditemukan pada area persawahan, terutama pada bagian Tulungagung Selatan. Burung Kuntul memiliki perawakan hampir mirip dengan Bangau namun lebih pendek perawakannya. Karena mengingat Tulungagung dahulunya berbentuk rawa-rawa, hewan ini tumbuh dengan paruh besar dan tubuh besar namun pendek. Hal ini dapat memudahkan untuk mencari makanan di daerah perairan. Burung Kuntul tak bisa lepas dari habitatnya yang berada di perairan termasuk pesisir dan rawa-rawa. Sehingga tidak memungkinkan hewan ini dapat beradaptasi dengan daratan
Nah, itu dia beberapa hewan yang meski terancam punah. Meskipun hewan-hewan tersebut sudah jarang ditemui, namun populasi hewan-hewan tersebut masih membekas di Kota Marmer hingga saat ini.
Editor : Nurul Hidayah