RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kepala Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Rubik Astono, ternyata memiliki hobi sebagai dalang. Dia menyukai wayang sejak kecil karena sering diajak sang ayah untuk mengisi pergelaran wayang di beberapa tempat di Tulungagung dan sekitarnya.
Putra dari Ki Marjuki Mardi Sabdo itu memang sudah memiliki darah seni dan budaya sejak kecil. Sang ayah juga seorang dalang dan pimpinan Sanggar Seni Mardi Budoyo di Desa Samar. Ki Marjuki Mardi Sabdo juga sering menampilkan pergelaran wayang kulit saat mengisi acara ruwatan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa. Nama sang ayah pun sudah dikenal di kalangan pejabat Tulungagung.
Meski sudah dekat dengan dunia wayang kulit sejak kecil, uniknya, dari empat bersaudara hanya Rubik yang lebih cenderung hobi di dunia seni budaya pewayangan. Bahkan, sejak 2010 lalu, ayah dua anak ini semakin aktif di dunia pewayangan, serta selalu berkolaborasi dengan Ki Marjuki Mardi Sabdo. Sang ayah memegang peran utama setiap kali Sanggar Seni Mardi Budoyo mengadakan pergelaran wayang kulit. "Pada 2019, saya dan ayah sempat pentas ke Samarinda, Kalimantan Timur," jelas Rubik.
Terbaru, pementasan wayang kulit Rubik bersama sang ayah di Desa Krapyak, Desa Botoputih, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, pada Rabu (19/7) lalu saat mengisi acara 1 Sura. Yang menarik, setiap pentas, Rubik selalu semangat berperan sebagai penata wayang kulit hingga pegang peranan dalam momen sabetan atau perang di pewayangan. "Tapi saya tetap harus banyak belajar juga dari Ki Dalang Marjuki Mardi Sabdo," ujar pria amah ini.
Bersama sang ayah, Sanggar Seni Mardi Budoyo juga mengembangkan seni karawitan selain fokus pada seni pewayangan. Untuk regenerasi, Sanggar Seni Mardi Budoyo juga sering mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Desa Samar. Misalnya, pengenalan wayang, karakter dan sejarah wayang, cerita serta nama peran wayang, hingga pengenalan gending-gending. "Saya akan terus mendukung kelestarian seni budaya pewayangan karena merupakan warisan budaya leluhur.
Suami Iin Sutanti ini berharap kelestarian seni budaya pewayangan dan yang lainnya bisa melekat di generasi muda sehingga Desa Samar bisa menjadi Desa Seni Budaya. Pemdes Samar juga sempat mengapresiasi pemuda Desa Samar untuk pentas di acara bersih desa. Pemuda itu merupakan dalang muda dari salah satu SMA yang berhasil meraih juara dalam lomba dalang tingkat pelajar tahun lalu. (*/ynu/c1/rka)
Editor : Nanda Nila Alvinda