RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM- Klepon merupakan jajanan pasar tradisional yang bisa dikatakan murah dan memiliki rasa yang khas. Klepon ini terbuat dari tepung ketan yang berisi gula merah yang dimasak dengan cara di rebus dan disajikan dalam parutan kelapa.
Kenapa dinamakan Klepon? Nama “Klepon” sendiri berasal dari bahasa Jawa yang artinya adalah “indung telur hewan”. Mungkin namanya yang merujuk pada bentuknya yang bulat dan kecil-kecil. Orang jawa biasanya menyajikan klepon bersama dengan kue tradisional lain seperti getuk dan cenil.
Dilansir dari laman indonesia.go.id, salah satu bahan dasar klepon yaitu kelapa, yang artinya melambangkan kesederhanaan dan perilaku tidak sombong. Sedangkan, rasa manis di dalam klepon menyimbolkan kebaikan hati seseorang. Lalu, terciptalah makna dari kue tradisional klepon yang melambangkan kesabaran, ketelitian, dan juga kelembutan seperti halnya saat membuat klepon.
Baca Juga: Jenang Sabun Makanan Khas Tulungagung Sudah Melegenda Sejak 1953, Begini Sejarahnya
Warna hijau pada klepon berasal dari daun pandan yang mempunyai makna sebagai kesejahteraan dan kesuburan. Selain itu, parutan kelapa pada klepon mengingatkan kita atas kesabaran untuk mencapai kebahagiaan.
Orang Jawa memiliki cara makan klepon yang berbeda, yaitu mulut harus tertutup. Hal seperti ini dilakukan agar isi klepon yang cair tidak keluar dari mulut.
Baca Juga: Di Tulungagung, Budget 5 Ribu Sudah Bisa Kenyang Makan Makanan Ini Loh
Editor : Nanda Nila Alvinda