RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Tak ada habisnya membicarakan kuliner Tulungagung karena memang seenak itu. Tak hanya enak, kuliner di Tulungagung juga terkenal sangat bervariasi. Mulai dari aneka jajanan hingga kuliner tradisional. Saat ini, Tulunggung masih memiliki kuliner tradisional berbungkus daun pisang yang masih eksis, yaitu Bothok.
Bothok merupakan sebuah lauk yang berisi ikan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Nama bothok sendiri telah dikenal sejak berabad-abad lalu. Bothok hampir sejenis dengan aneka ungkusan dan lintingan, namun Bothok memiliki ukuran yang lebih besar dari keduanya.
Makanan ini memiliki banyak isian yang beragam. Penjual biasanya mengisi ungkusan Bothok ini dengan ikan patin, ikan lele, ayam, atau bahkan jeroan. Terkadang Bothok juga diisi dengan isian tawon. Meskipun terdengar aneh, namun Bothok tawon juga disukai oleh sebagain masyarakat Tulungagung.
Cara membuat Bothok dirumah tergolong sulit-sulit gampang. Hal yang memudahkan membuat Bothok ini adalah kamu perlu menyiapkan bumbu-bumbu seperti bawang merah dan bawang putih, kemudian cabai dan santan kelapa. Blender halus bumbu-bumbu tersebut, jangan lupa taburkan garam atau penyedap rasa lainnya hingga menjadi kuah yang kental dan enak. Kemudian olahan santan tersebut dicampur dengan potongan ikan dan tomat. Hal yang paling sulit dalam pembuatan bothok ini adalah ketika membungkusnya dan mengukusnya. Membungkusnya harus penuh dengan ketelatenan dan mengukusnya harus penuh kesabaran.
Disamping itu, kulineran Bothok sangat digemari oleh masyarakat Tulungagung. Ini terbukti dengan banyaknya warung bothok di Tulungagung yang memiliki nama merek sendiri sebagai jati diri. Kamu bisa temukan nama-nama Bothok di Tulungagung seperti Warung Bothok Sabar Menanti, Bothok Mak Ti, Bothok Iwak Kali Mas Ardi, Bothok Arto Moro, dan masih banyak lagi.
Editor : Nurul Hidayah