RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Kesenian Ludruk merupakan salah satu kesenian yang berkembang di Jawa Timur. Bukan hanya menampilkan pertunjukkan tarian saja, namun Ludruk juga menampilkan theater di atas panggung. Musik dan Komedi juga menjadi ciri khas kesenian Ludruk di Jawa Timur. Tujuan adanya Kesenian Ludruk adalah agar dapat memberikan makna hingga menghibur para penonton.
Meskipun sudah sangat asing bagi sebagain orang, ternyata Ludruk masih dijumpai di Tulungagung. Buktinya , bebeapa hari terakhir terkuak penampilan Ludruk dengan cerita legendaris bertemakan Treteg Ngujang (Kepahlawanan Eyang Jayeng Kusumo) turut menyedot perhatian publik.
Pada Minggu kemarin (27/08), Ludruk hadir di Tulungagung. Dengan menampilkan tarian hingga penokohan Tokoh Jayeng Kusuma sangat disukai penonton. Sekitar 200-an lebih penonton turut hadir di Balai Pertunjukkan Lotu's Garden, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung dengan sembari menyaksikan tabuhan gamelan dari grup Karawitan Cahyo Buwono.
Awal mula berdirinya Ludruk pada tahun 1890, saat dicetuskan pertama kali oleh seorang seniman dari Desa Pandan. Mulanya Ludruk hanya menampilkan tari-tarian dan nyanyi secara berkeliling. Namun, lambat laun Ludruk menjadi kesenian yang sering dilaksanakan di desa-desa sebagai simbol hiburan diatas panggung. Banyak dijumpai cerita-cerita Ludruk sering mengandung kritik sosial dan isi penyampaian pemerintahan.
Dahulu kesenian Ludruk hanya sebatas acara penyintas hiburan di desa-desa. Ludruk memiliki ciri khas tersendiri di semua pemain. Pada umumnya, Ludruk lebih banyak menggunakan laki-laki yang memerankan peran wanita, seperti dikutip dari akun Youtube@delasagita pada Mei lalu.
Saat ini banyak kesenian-kesenian baru yang muncul akibat tergerusnya zaman tradisional. Bagi sebagian orang, terutama kaum muda mungkin belum tahu Ludruk itu seperti apa. Namun, ada juga yang masih berpegang teguh pada kesenian tradisional seperti Kesenian Ketoprak, Ludruk, Jaranan yang masih ditemui di desa-desa hingga saat ini.
Baca Juga: Angkat Tokoh Jayeng Kusuma, Ludruk Tulungagungan Ternyata Hadir di Tulungagung
Editor : Nurul Hidayah