RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Rumah Sakit Umum Islam Orpeha Tulungagung (RSUIT) genap berusia 29 tahun pada 7 September 2023 ini.
Apa kiat sukses dari manajemen yang digawangi dr H Laitupa Abdulmutalib SpPD FINASIM sebagai direktur rumah sakit yang berada di Kecamatan Kauman ini?
Berikut wawancara Manajer Iklan Radar Tulungagung Titin Ratna Rahayu bersama dr H Laitupa Abdulmutalib SpPD FINASIM:
T: Dokter, jika kita flashback lagi, seperti apa awal berdirinya RSUIT ini?
J: Ceritanya, saat itu ada paguyuban Organisasi Persaudaraan Haji (Orpeha) se-Tulungagung berniat mendirikan rumah sakit dengan identitas Islam di Tulungagung ini.
Jadi, pada tahun 1989, sepulang saya dari haji untuk pertama kalinya, saya didatangi para tokoh masyarakat Tulungagung. KH Asrori Ibrahim, KH Syafi'i Abdurrachman, KH Drs Murthadho.
Beliau-beliau menyampaikan rencana pendirian RSUIT di Tulungagung. Lalu, saya bergabung dengan Orpeha, dan mulai menginisiasi pembangunan RSUIT.
Sebagai ketua yayasan pertama kali adalah Drs H Jaefudin Said, Bupati Tulungagung saat itu. Sedangkan saat ini, ketua yayasan adalah H Hamim Badruzzaman.
Akhirnya berdirilah RSUI Orpeha ini sebagai satu-satunya rumah sakit swasta yang pertama kali didirikan di Tulungagung.
Kami menghimpun dana secara mandiri, termasuk mengumpulkan jariah dari jemaah dan pinjaman bank.
Setelah berdiri diresmikan Gubernur Jawa Timur kala itu, Bapak Basofi Sudirman, pada 7 September 1994.
T: Lalu, apa upaya terobosan untuk pelayanan kepada masyarakat Tulungagung?
J: Sebelum ada BPJS, RSUIT Orpeha merupakan satu dari empat RS di Jatim yang melayani Askeskin. Kami sepakat untuk dilayani saja.
RSUIT ini bukan dimaksudkan untuk membagi-bagi keuntungan, karena badan hukumnya yayasan, Yayasan RSI Orpeha Tulungagung.
Alhamdulillah sekarang selain melayani pasien umum, juga pasien BPJS, dan melayani 20 asuransi swasta.
T: Lantas bagaimana manajemen terus menanamkan nilai-nilai sosial sebagaimana tujuan pendirian rumah sakit ini?
J: Dengan tetap menjaga niatnya, para pendiri yang penuh ikhlas tidak berharap bagi-bagi untung.
SHU sepenuhnya untuk pengembangan rumah sakit, staf, dan karyawan. Dalam bekerja, niatnya adalah untuk ibadah.
Bahwa dampaknya efek lain berupa gaji itu otomatis. Alhamdulillah, semua bisa menanamkan itu dengan benar sehingga RSUI Orpeha bisa tegak berdiri, insya Allah sampai hari akhir nanti, amin.(*/c1/rka)
Editor : Anggi Septian A.P.