Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Lebih Dekat Sekdes Kalibatur , Hobi Beternak Kambing Sejak Masih Muda

Anggi Septian A.P. • Selasa, 12 September 2023 | 19:54 WIB

 

ISI WAKTU LUANG: Sekdes Kalibatur, Kayani, menekuni usaha ternak kambing Jawa di samping rumahnya.
ISI WAKTU LUANG: Sekdes Kalibatur, Kayani, menekuni usaha ternak kambing Jawa di samping rumahnya.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Di luar jam kerja, Sekdes Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kayani SPdI menekuni usaha ternak kambing Jawa di samping rumahnya. Aktivitas ini bisa menjadi kerja sampingan. Selain itu, ternak kambing memang menjadi hobinya sejak masih muda, bahkan sebelum menikah.  Menjalani usaha ternak kambing, Kayani merasa sangat cocok dibandingkan dengan usaha ternak lainnya. Untuk menjalankan usahanya, dia memanfaatkan lahan di samping rumahnya, di Dusun Krajan, Desa Kalibatur. Selama menjalani usaha ternak kambing, aktivitas itu tidak banyak menyita waktu sehingga tidak mengganggu aktivitas di Balai Desa Kalibatur. “Kalau ternak kambing ini jelas waktunya tidak butuh lama,” ujar pria 55 tahun ini. Menurut Sekdes Kalibatur, beternak kambing cukup membantu perekonomian keluarga, seperti untuk kebutuhan yang kecil-kecil dan bisa buat tambahan tabungan.

Saat ini penjualannya hanya melalui blantik lokalan. Untuk harga jual kambing jantan, yang paling bagus pada waktu Hari Raya Kurban juga musim tasyakuran haji. “Di luar bulan Besar juga laku, tapi harganya tidak setinggi waktu bulan Besar,” ujar pria ramah ini. Aktivitas perawatan ternak kambing dijalani setiap pagi dan sore. Mulai membersihkan kandang hingga memberi pakan kombinasi berupa comboran, tepung polar, buah-buahan, dan rumput. Selain itu, ada momen dalam setahun bisa dua kali melahirkan anakan dari satu ekor indukan. Tips untuk memulai ternak kambing, sebaiknya membeli kambing jantan sesudah bulan Besar. “Nanti setahun kemudian pada waktu bulan Besar sudah bisa dijual lagi,” jelas Kayani. Bapak dua anak ini juga punya kiat-kiat ketika ingin memulai beternak kambing Jawa. Sebelum beternak harus sudah menyiapkan lahan untuk kebutuhan pakannya. Jadi, sebagian lahan harus ditanami rerumputan untuk suplai pakan hijauan.

Sebab, jika ternak hanya mengandalkan pakan instan dan tidak ada rumput hijau, hasilnya juga kurang bagus. Selain itu, di daerah pegunungan seperti wilayah Kalidawir juga harus dipikirkan kebutuhan air. Sebab, di daerah pegunungan ini sumber airnya dari bawah dan harus menggunakan tenaga listrik untuk menaikkan air pada saat musim kemarau. Hal itu sebagai antisipasi pertumbuhan pakan ternak agar tidak terhambat. Tak hanya seputar pakan, kandang kambing juga menjadi perhatian. Bagian bawahnya harus tanah, jadi bisa meresap kotoran. Jika bagian bawahnya plesteran tidak bisa meresap dan kotoran ternak akan meluap. “Sehingga tidak bagus untuk pertumbuhan dan kesehatan ternak kambing,” ujar Kayani. Dan yang unik dalam beternak kambing, rata-rata beranak dua jika melahirkan. Jika kambing melahirkan lebih dari dua ekor, pertumbuhan anakan itu nantinya terhambat atau stunting. Namun, jika melahirkan seekor anakan itu sangat bagus, tetapi kurang menguntungkan. “Kambing saya rata-rata melahirkan dua ekor,” ungkap Sekdes Kalibatur. (*/c1/ynu)

Baca Juga: Cawapres Unggulan, Erick Thohir Sosok Kepercayaan Jokowi

Editor : Anggi Septian A.P.
#Sosok #Sekdes Kalibatur #kalidawir #inspirasi