BLITAR - Ada alasan tersendiri bagi Agi Ginanjar Fauzi tertarik dengan otomotif. Khususnya mobil lawas sejenis Van. Warga Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, ini memiliki koleksi mobil lawas kesayangan, yakni Daihatsu Zebra Bodytech lansiran tahun 1995.
Salah satu minibus legendaris tersebut Agi dapatkan pada 2021 lalu. Butuh waktu yang tak sebentar untuk meminang mobil tersebut, sebelum akhirnya dia dapatkan di Salatiga, Jawa Tengah.
Beberapa alasan melatarbelakangi Agi berburu mobil Daihatsu Zebra Bodytech ini. Selain sebagai penunjang pekerjaannya sebagai pedagang, dia juga terinspirasi dari film jepang tahun 90-an. ”Nostalgia juga, dulu almarhum ayah pernah punya mobil Daihatsu Zebra, tapi berbeda tipe," kenangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Jumat (15/9/2023).
Dilihat dari sejarahnya, lanjut Agi, varian pintu geser atau sliding door dari Daihatsu Zebra karoseri Astrea ini pertama kali muncul pada 1993. Adapun ciri khasnya yakni jendela pintu tengah memakai model naik turun engkol, sedangkan jendela samping belakang masih model tip top. Selain itu, pintu tengah sliding ada dua di sisi kanan dan kiri.
Ketika pertama kali membeli mobil ini, Agi mengakui bahwa kondisi catnya cukup kusam. Itu lantaran oleh pemilik sebelumnya jarang digunakan alias lama dongkrok. Meski begitu, yang jadi nilai lebih adalah kondisi interior mobil yang masih utuh, termasuk bagian joknya.
Agar tampilannya cantik dipandang, cukup banyak perombakan yang harus Agi lakukan pada Daihatsu Zebra Bodytech miliknya. Salah satunya, mengganti velg menggunakan velg copotan Peugeot yang ternyata plug and play. "Alias bisa langsung dipasangkan tanpa melakukan perubahan," jelasnya.
Nah, agar nuansa Jepangnya lebih kental, Agi menggunakan kaca film dengan kegelapan 20 persen saja. Sebagai informasi, hampir semua pengguna mobil pribadi di Jepang tidak menggunakan kaca film pada bagian depannya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan kultur di Indonesia yang mayoritas memiliki kaca gelap. "Di Jepang, biasanya untuk alasan keamanan," imbuhnya.
Agi juga menambahkan decal atau aksesori stiker di sisi kiri dan kanan bodi pada mobilnya. Dengan begitu, nuansa Jepang semakin menonjol. Lantaran keunikan itu, tak jarang Agi dan mobilnya jadi pusat perhatian.
Bahkan tak sedikit pula yang tertarik dan mengajukan tawaran. Karena keunikan itu juga, dia pernah memenangkan kontes mobil era tahun 2000 ke bawah sampai tahun 70-an di Jogjakarta pada akhir Juli lalu.
Menurutnya, banyak yang menganggap bahwa merawat mobil tua sangat merepotkan. Namun, Agi tidak menemukan masalah yang serius selama ini. Kalaupun ada masalah bisa segera diatasi.
Tidak ada perombakan signifikan yang dilakukan pada mobil kesayangannya. Mobil lawas itu sudah pernah dibawa road trip hingga Jawa Barat. Dia pun membagikan trik dan tips bagi penghobi awam yang tertarik merawat mobil tahun 90-an. "Mobil tua bisa dilihat dari interiornya. Kalau masih orisinal, kemungkinan onderdil lain masih bagus. Artinya, pemilik merawat dengan baik mobilnya. Kalaupun kotor itu wajar, tapi yang penting kondisinya masih utuh," pungkasnya. (mg1/c1/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah