Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kala Rock Klasik Masih Menggema di Tulungagung, Ternyata Tetap Dirindukan para Penggemarnya

Mukhamad Zainul Fikri • Senin, 18 September 2023 | 19:00 WIB

BERSEMANGAT: Salah satu grup band rock tampil di festival musik yang digelar di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung pada Jumat (15/9) lalu.
BERSEMANGAT: Salah satu grup band rock tampil di festival musik yang digelar di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung pada Jumat (15/9) lalu.
 

TULUNGAGUNG - Berbagai lagu dengan beat keras dan tempo yang cepat tersaji dalam Rock Festival di lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Tulungagung Jumat (15/9/2023) malam lalu.

Event itu menjadi penanda bahwa penggemar musik rock klasik era tahun 90-an ternyata masih banyak di Tulungagung, di tengah-tengah ramainya musik ambyar.

Setidaknya ada tujuh band bergenre rock klasik yang tampil dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia malam itu. Opening dibuka dengan penampilan Home Band yang berasal dari desa setempat, disusul penampilan One Light Band dari SMAN 1 Ngunut, lalu ada Hellbound dari Kecamatan Rejotangan.

Baca Juga: Legend, 24 Tahun Ansori Jadi Pembuat Alat Musik Drumband di Tulungagung

Penampil selanjutnya adalah Blood Sucker, Volcano, dan Rocksea, asal Kecamatan Mgunut. Menuju malam, Rock Festival ditutup dengan penampilan kedua dari Home Band dengan beberapa lagu yang dibawakan.

“Kita batasi satu band membawakan maksimal empat lagu. Durasi totalnya kurang lebih adalah 3 jam,” jelas ketua pelaksana Rock Festival, Saifullah Anwar.

Pria berkacamata itu menjelaskan, Rock Festival menjadi pengobat rindu bagi para penggemar musik rock klasik era-90 an. Karena akhir-akhir ini sudah sangat jarang wadah bagi mereka, utamanya setelah terjadi pandemi Covid-19 yang juga menyerang Tulungagung.

Baca Juga: Pernah Ditipu Label Musik, Pemuda Blitar Ini Berhasil Dirikan Label Sendiri, Ini Sosoknya

Meski hanya 3 jam, setidaknya bisa mewadahi dan menjadi ajang silaturahmi para pencinta music rock di Tulungagung. “Sebenarnya masih banyak penggemarnya, hanya wadahnya yang masih minim,” jelas Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Menurut dia, event tersebut juga menjadi cara untuk cek ombak melihat penikmat musik rock klasik yang ada saat ini. Jika dinilai berhasil, gaungnya adalah festival musik rock yang harapannya bisa dilaksanakan dengan scoope lebih besar. Bisa setingkat Kecamatan Ngunut atau naik tingkat ke kancah Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Handika Rosadi, Anak Band Kawinkan Musik Rock dengan Aliran Sufi, Kok Bisa?

Sebagai penggemar musik rock sejak muda, Gus Ipul tidak mau jika musik tersebut hilang karena pergesaran selera musik masyarakat saat ini yang lebih menyukai musik ambyar.

“Kita coba membuat wadah di Desa Gilang ini khususnya, kita lihat antusiasme seperti apa. Kalau bagus, berarti event serupa bisa dilaksanakan lagi ke depan dengan scoope yang lebih luas, mungkin di tingkat kecamatan atau tingkat kabupaten,” bebernya.

Karena, musik rock klasik sejatinya sempat berjaya di Kecamatan Ngunut pada kurun waktu 1990 sampai 2000-an. Dalam ingatannya, dulunya sangat banyak event musik rock dengan berbagai grup band yang fokus pada musik itu.

Baca Juga: Fajar Calvino Samsu Dhuha dalam Menjajaki Dunia Musik

Di Desa Gilang sendiri, juga ada satu grup band rock yang terbilang cukup lama dan eksis hingga kini, bernama Roksea, yang sempat tampil Jumat malam lalu. “Saya masih ingat, dulu, di Ngunut ini sangat banyak festival musik rock klasik. Tapi saat ini kan kuantitasnya sangat minim, wadahnya kurang, padahal penggemarnya sebenarnya masih ada,” katanya.

Gus Ipul ingin agar para generasi muda mulai mengenal lagi apa itu musik rock klasik melalui Rock Festival. Pun dalam event Rock Festival itu, ternyata yang datang juga dari beragam usia. Dari anak-anak, pemuda, hingga mereka yang berumur cukup menikmati berbagai suguhan yang disiapkan.

Masyarakat tumplek bleg di lapangan Desa Gilang dan tetap menunggu hingga acara selesai. “Evaluasinya, ternyata event rock yang dilaksanakan di Ngunut ini mendapatkan banyak antusias. Karena di kecamatan lainnya pernah diadakan event serupa, tapi yang datang tidak sebanyak malam ini,” tuturnya.

Baca Juga: Panorama, Kuliner, dan Live Musik

“Ini kan bukti bahwa musik rock di sini masih dinikmati, meski tidak sebanyak musik dangdut ambyar. Harapannya jiga bisa memperkenalkan musik rock klasik ke anak muda, agar musikalitasnya bisa lebih berkembang lagi,” tandasnya.(fik/c1/rka)

Editor : Dharaka R. Perdana
#musik rock #tulungagung #musik rock Indonesia #rocker #musik