Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cerita Minto, Warga Wajak Lor yang Mampu Ekspor Ikan Maskoki ke Beberapa Negara Ini

Matlaul Ngainul Aziz • Selasa, 19 September 2023 | 19:20 WIB
Minto melakukan sortir ikan mas koki di kolam budidayanya di Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.
Minto melakukan sortir ikan mas koki di kolam budidayanya di Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung.

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Memiliki corak yang indah dengan bentuk yang khas membuat ikan maskoki ini laku keras di pasaran. Minto, pria asal Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu berhasil menembus pasar internasional.

Bahkan ikan maskoki hasil budidayanya ini berhasil tembus pasar internasional. Adapun seperti ekspor ke Australia, Inggris, dan Jepang. Tak puas dengan capaian itu, dia juga akan menjajaki pasar di Kanada dan Afrika.

“Kalau pemasaran sekarang ini sudah masuk ke seluruh daerah. Terus sama masuk ke ekportir. Ekspornya itu ke Autralia, Inggris sama Jepang. Ini coba masuk lagi ke Kanada dan Afrika,” ucapnya.

Bukannya tanpa kesulitan, dia mengaku, tantangan dalam budidaya ikan maskoki ini terletak pada pergantian musim. Pada peralihan musim terjadi akan ada banyak ikan yang sakit.

“Tantangannya di musim pancaroba, mulai dari peralihan musim hujan ke musim kemarau. Biasanya banyak ikan sakit,” ungkapnya.

Lantaran obat khusus untuk mengatasi penyakit ikan di peralihan musim itu belum ada, membuatnya mencoba segala jurus jitu untuk mengatasinya. Adapun dengan mengurangi jumlah volume air di kolam serta mengurangi porsi makan.

“Cara mengatasinya kalau sekarang ini, obatnya belum ada juga. Tetapi untuk mengatasinya dengan merendahkan volume air, terus sama porsi makannya dikurangi,” ucapnya.

Dengan kepiawannya tersebut, dia sempat mendapatkan permintaan ikan maskoki sebanyak 40 ribu ekor perbulannya.

Hanya saja, musim ini berada pada peralihan musim sehingga permintaan kian menurun. “Perbulan itu ada permintaan sebanyak 40 ribu ekor. Hanya saja dibulan-bulan ini agak susah, soalnya sedang pancaroba,” paparnya.

Ikan maskoki ini menurutnya memiliki kemudahan dalam perawatan. Mulai dari pembibitan hingga berusia 2 bulan saja, ikan hias satu ini sudah bisa dijual.

“Kalau ikan koki ini terhitung mudah untuk perawatannya. Dari mulai pembibitan itu, ya kisaran usia 2 bulan bisa dijual ke pasar. Harga ikan koki usia 2 bulan itu kisaran harga Rp 1.500 per ekor,” pungkasnya.(*/rka)

Baca Juga: Mengintip Teknik Budidaya Lele dengan Teknik Bioflok

Editor : Anggi Septian A.P.
#ikan maskoki #budidaya #wajak lor