Deni Dwi Arianto, saking gemarnya mengoleksi vespa antik, laki-laki asal Kecamatan Srengat ini rela merogoh kocek hingga puluhan juta.
Kecintaanya pada motor pabrikan Italia ini bermula sejak dia duduk di bangku SMA. Kala itu, Deni mewarisi satu unit vespa antik dari orang tuanya.
Dia hingga pada tahun 2015, koleksinya bertambah, sekaligus dia memulai babak baru dengan dunia yang dicintainya bernama vespa.
Pada tahun itu, dia juga mulai aktif di komunitas Serumpun Secooter Blitar (SCROOB).
Selain mengoleksi, Deni juga sering mengikuti acara yang diadakan oleh komunitas vespa antik dari berbagai daerah.
Kegiatan yang diikutinya cukup beragam. Namun, touring merupakan agenda rutin komunitas yang sering diikuti.
“Paling jauh pernah ke Jogjakarta, Wonosobo, hingga ke Bali,” paparnya.
Terbilang aktif di komunitas dan pengoleksi, Deni dipercaya menjadi bendahara komunitas itu.
Supaya semakin kafah, dua tahun lalu dia membuka bengkel yang beroperasi menggarap vespa di Kabupaten Blitar. Meski terbilang anyar, rupanya banyak penggemar vespa silih berganti masuk bengkelnya.
“Dalam sehari saja, minimal selalu ada satu sampai dua vespa antik mampir,” kata Deni.
Omzet yang diraup dalam sebulan pun terbilang lumayan. Wajar, para penghobi vespa antic rata-rata sudah siap dengan biaya perawatan yang tinggi.
Itu tak lepas dari vespa yang memang punya karakteristik unik. "Sebulan, bengkel ini bisa mendapatkan omzet Rp 5-10 juta," jelasnya.
Angka itu bukan angka pasti. Itu hanya berdasarkan ingatannya sebulan ini. Perolehannya yang lain juga datang dari bisnis jual beli motor antik ini.
Menurutnya, sejak menggeluti dunia ini, dia kerap mendapatkan keberuntungan. Kini dia juga mulai melakoni kegiatan jual beli vespa.
"Ini yang dari bengkel, belum lagi dari penjualan vespa antik. Itu sudah beda lagi," jelas pria murah senyum itu.
Supaya semakin kafah, dua tahun lalu dia membuka bengkel yang beroperasi menggarap vespa di Kabupaten Blitar. Meski terbilang anyar, rupanya banyak penggemar vespa silih berganti masuk bengkelnya. “Dalam sehari saja, minimal selalu ada satu sampai dua vespa mampir,” kata Deni.
Omzet yang diraup dalam sebulan pun terbilang lumayan. Wajar, para penghobi vespa rata-rata sudah siap dengan biaya perawatan yang tinggi. Itu tak lepas dari vespa yang memang punya karakteristik unik. "Sebulan, bengkel ini bisa mendapatkan omzet Rp 5-10 juta," jelasnya.
Angka itu bukan angka pasti. Itu hanya berdasarkan ingatannya sebulan ini. Perolehannya yang lain juga datang dari bisnis jual beli motor antik ini. Menurutnya, sejak menggeluti dunia ini, dia kerap mendapatkan keberuntungan. Kini dia juga mulai melakoni kegiatan jual beli vespa. "Ini yang dari bengkel, belum lagi dari penjualan vespa. Itu sudah beda lagi," jelas pria murah senyum itu. (mg3/c1/dit)
Editor : Didin Cahya Firmansyah