RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Bukan puluhan atau ratusan, melainkan ribuan keris dikoleksi oleh salah satu warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, Muhammad Zaqqi Syarifudin Bahtiar.
Kegilaannya itu dimulai sejak 2009 lalu dengan keris pertama yang dimilik jenis Bethok Kabudan. Jika ditaksir nilai rupiahnya, seluruh koleksinya bahkan mencapai angka miliaran rupiah.
Siapa yang tidak mengenal keris. Ya, salah satu senjata tradisional ini kerap kali menjadi benda koleksi berharga. Tak terkecuali bagi Muhammad Zaqqi Syarifudin Bahtiar.
Bahkan saking cintanya, dia baru saja membuat salah satu sudut rumahnya yang berukuran 9x6 meter sebagai galeri berbagai jenis keris yang dikoleksinya selama ini.
Kapasitas tempat pameran itu sejatinya hanya muat untuk 500 keris. Itu hanya seperempat dari seluruh keris yang berhasil dia kumpulkan selama kurang lebih 14 tahun lamanya.
“Awalnya saya mengira jumlahnya sekitar 1.000 keris, awalnya. Tapi setelah sebagian saya pasang di sini (galeri keris), ternyata yang lainnya masih tiga kali lipat lagi. Makanya saya pikir jumlahnya sekarang berkisar 2.000 keris,” kata Zaqqi, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Jembatan Gempolan Tulungagung Digarap Tahun Ini, Duit Proyeknya Mencengangkan
Nilai seluruh koleksinya itu bukan lagi ratusan juta. Sangat dimungkinkan nilainya mencapai miliaran rupiah, meski secara pastinya tidak diketahui.
Karena satu keris kategori mahal miliknya, harganya bisa mencapai 200 juta lebih. Memang mahal, karena keris itu dilapisi dengan emas seberat hampir 300 gram dengan kadar 80-85 persen.
Keris mahal itu juga sempat ditunjukkan kepada Koran ini saat berkunjung ke rumahnya pada Selasa (19/9/2023).
Itu hanya salah satunya, masih ada ribuan lagi keris dengan berbagai jenis mulai dari peninggalan zaman Mataram Kuno hingga Majapahit.
“Hitungan kasarnya saja, ini keris kalau dibongkar ada 300 gram emas dengan kadar 80-85 persen. Katakanlah sekarang emas dengan kadar segitu harganya sekitar 700 per gramnya, kalau dikalikan 300 gram kan ketemu sekitar Rp 210 juta," katanya.
" Itu kalau dijual rombeng ya. Tapi ini sudah ada detail ukiran seperti dengan usianya, dengan gading handel, dengan kayu Amboyna, ini kan harganya semakin mahal,” jelasnya sambil memegang keris itu.
Saking banyaknya, tidak cukup sehari untuk melakukan perawatan bagi seluruh koleksinya. Zaqqi bercerita bahwa pada Oktober 2022 lalu sempat melakukan perawatan dengan menyeka dan memberi wangi-wangian terhadap seluruh koleksi kerisnya.
Kala itu, dia mempekerjakan tiga orang dan membutuhkan waktu total tiga minggu untuk melakukan perawatan terhadap ribuan keris itu.
Baca Juga: Gula Aren: Pemanis Alami yang Punya Banyak Manfaat, Apa Iya ?
“Sekali perawatan saja, saya keluar Rp 6 juta untuk menggaji orang itu. Belum termasuk membeli minyak wangi-wangiannya lho ya,” ujarnya dengan tertawa.
Hobi gilanya tersebut bukan tanpa alasan. Dia mengungkapkan bahwa yang melatarbelakangi kegiatannya selama ini adalah rasa cinta dan senang terhadap keris.
Dengan begitu, ada saja jalannya untuk mengoleksi, meski juga harus mengeluarkan uang dan pernah tertipu.
“Saya ini juga pernah tertipu, jangan salah. Itu awal-awal dulu, dan dibuat pelajaran untuk saat ini,” ungkapnya.
Selain untuk koleksi pribadi, Zaqqi sebenarnya juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat luas terkait keris. Galeri keris yang dimiliki bisa dinikmati para penikmat dan pencinta keris lainnya.
“Dengan keris ini, kita belajar betapa kayanya Indonesia. Ini masih yang ada di tangan saya, padahal di luar sana masih banyak penggemar keris yang lainnya,” katanya.
Meski sudah memiliki ribuan, anehnya, saat ini Zaqqi masih saja berniat untuk menambah koleksinya.
Jika ada orang yang menawarkan keris dan harganya cocok, tanpa pikir panjang keris tersebut langsung dibawa untuk menjadi tambahan koleksinya.
Kata lainnya, koleksinya masih sangat mungkin untuk bertambah lebih banyak lagi. “Insya Allah masih akan bertambah, tergantung kondisi pasar,” tutupnya.(*/c1/rka)
Baca Juga: GPI Gelar Unjuk Rasa Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi di Lingkup Pemkab Blitar
Editor : Anggi Septian A.P.