Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lebih Dekat dengan Altair Rayyan Atharrazka, Bocil Hebat Asal Blitar Sukses Bawa Medali di Ajang Pushbike

Mila Inka Dewi • Rabu, 27 September 2023 | 15:30 WIB
HEBAT: Altair Rayyan Atharrazka ketika mengikuti kompetisi pushbike FORNAS di Jawa Barat pada Juli lalu.
HEBAT: Altair Rayyan Atharrazka ketika mengikuti kompetisi pushbike FORNAS di Jawa Barat pada Juli lalu.

BLITAR - Prestasi tidak hanya di bidang pendidikan. Bisa juga datang dari hobi. Seperti yang dialami Altair Rayyan Atharrazka, atlet pushbike atau sepeda tanpa pedal yang sukses mendulang prestasi tingkat Nasional.

Bocah 4 tahun itu kini rutin berlatih untuk meningkatkan kemampuannya.

Ya, adanya aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid-19 membuat sebagian masyarakat memiliki banyak waktu luang. Baik orang dewasa maupun anak-anak. Terlebih jika anak tersebut sangat aktif.

Orang tua (ortu) juga dituntut kreatif agar sang buah hati tidak bosan ketika beraktivitas di rumah.

Itulah yang membuat Sandi Alfa Wiga Arsa berinisiatif untuk mengenalkan anaknya pada olahraga pushbike.

"Apalagi, Rayyan ini di rumah cukup aktif. Daripada di rumah dan membuat berantakan, saya coba kenalkan ke pushbike ini," ujarnya sembari tertawa, Selasa (26/9/2023).

Sandi mulai mengenalkan pushbike melalui sebuah komunitas sejak Rayyan berusia 2 tahun.

Saat ini usianya sudah 4 tahun dan mulai memasuki jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Artinya, dia sudah 2 tahun menekuni olahraga yang berbasis rekreasi tersebut.

Selain karena mengisi kegiatan, lingkungan sekitar rumah anak seusia Rayyan cukup jarang. Dengan begitu, sosialisasi anak cukup terbatas dan cenderung introvert.

Sebenarnya, balance bike atau pushbike bisa dipakai oleh anak saat dia sudah mampu berjalan atau berlari sendiri, yakni usia 18 bulan hingga 8 tahun. Menurutnya, yang cukup sulit dalam olahraga ini adalah mengatur mood anak.


Sebab, di usia anak-anak, mood mereka cenderung tidak sama. Utamanya anak di bawah usia 2 tahun. Kemudian, umur 4 tahun ke atas, anak mulai bisa diajak berkomunkasi.

"Kalau mau jalan pun sudah syukur ya, karena menjaga mood anak juga tidak mudah," imbuh warga Kelurahan Plosokerep, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar ini.

Terpenting, lanjut Sandi, jangan menuntut anak untuk selalu mengikuti kompetisi dan mendapat prestasi. Sebab, olahraga ini sejatinya untuk rekreasi sekaligus olahraga. Baginya, prestasi adalah bonus yang harus disyukuri.

Selama ini tak sedikit pengalaman yang Rayyan dapatkan. Dia engikuti event di sejumlah kompetisi mulai dari level regional hingga nasional, seperti Blitar, Malang, hingga Mojokerto.

Terbaru, dia mewakili Jawa Timur bersama sembilan anak lain dari komunitas pushbike mengikuti event Festival Olahraga dan Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS) di Jawa Barat pada Juli lalu.

Pada kesempatan itu, Rayyan berhasil membawa pulang medali perak setelah bersaing dengan anak dari berbagai daerah di Indonesia.

Diceritakan Sandi, Rayyan sempat jatuh ketika latihan yang menyebabkan patah tulang pada tangannya.

Meski begitu, dia tidak kapok. Hingga sekarang selalu enjoy dan aktif mengikuti latihan dan sejumlah event.

Meskipun, dia harus absen selama kurang lebih 3 minggu dan harus mulai latihan seperti awal dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

"Baru 2 minggu ini mulai latihan. Tapi Alhamdulillah, anaknya tetap semangat," imbuh pria tiga anak ini.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh melalui olahraga pushbike. Selain mengisi waktu luang, juga bisa menambah sosialisasi dan menambah relasi pertemanan. Bukan hanya anak, melainkan juga orang tua.

Apalagi, Rayyan mulai memasuki PAUD tahun ini. Dengan begitu, dituntut untuk beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan baru.

Selain itu, pushbike bisa menumbuhkan jiwa kompetitif anak sedari dini. Serta meningkatkan kemampuan motorik dan sensorik. Bahkan, ketiga anaknya juga dikenalkan dengan olahraga pushbike.

"Banyak sisi positif yang diperoleh. Ternyata dari yang awalnya untuk mengisi kegiatan, bisa manambah prestasi juga. Alhamdulillah, Rayyan selalu enjoy dan semangat latihan sampai sekarang," pungkasnya. (*/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pushbike #prestasi pushbike blitar #komunitas pushbike blitar #pushbike blitar #atlet pushbike blitar