Sebagian orang menganggap bahwa hujan merupakan hal yang biasa, namun tidak untuk Satuan Petugas (Satgas) Bencana, cuaca itu membuat Satgas Bencana Polres Trenggalek, AKP Supadi selalu merasa tidak jenak.
HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Kota, Radar Trenggalek
SEBAGAI Anggota Satgas Bencana Polres Trenggalek AKP Supadi mengemban tugas yang mengharuskan dirinya standby 24 jam setiap terjadi perubahan cuaca.
Kabupaten Trenggalek memiliki geografis pegunungan, potensi bencana meningkat ketika cuaca hujan.
Tak ayal, sebagai Satgas Bencana, Supadi dituntut memiliki feeling yang lebih tajam menandai gejala alam, dan bersiap diri ketika terjadi bencana.
Satgas bencana bukan seseorang yang memiliki ilmu supranatural, namun mereka punya insting yang telah terlatih. Apalagi adanya rentetan peristiwa bencana alam di wilayah Trenggalek, misal bencana akibat curah hujan tinggi.
Supadi ingat, Selasa 18 Oktober 2022 lalu, Kabupaten Trenggalek sedang turun hujan lebat, hingga mengakibatkan wilayah kota Alen-Alen dilanda banjir bandang.
Saat peristiwa itu, Supadi sudah bersiap bersama teman seperjuangan, dari unsur kesatuan lainnya, seperti Basarnas, TNI hingga sejumlah relawan untuk menyelamatkan korban banjir.
Kala itu kondisinya parah. Sebanyak sekitar 8 ribu jiwa dari 29 desa atau kelurahan di lima kecamatan terdampak banjir.
Ratusan rumah hingga fasilitas kesehatan dan area perkantoran pemerintahan tergenang. Dia pun bersama seluruh lapisan berjibaku untuk membantu warga mengungsi.
Satu per satu warga dihampiri untuk dievakuasi menggunakan perahu karet yang membelah banjir dengan kedalaman hampir 2 meter di beberapa titik.
Proses itu pun tak sebentar. Karena saking banyaknya warga yang butuh dievakuasi di tengah keterbatasan prasarana.
Di tengah proses evakuasi itu, banjir kembali menerjang karena sungai-sungai banyak yang meluap akibat tak mampu membendung debit air bah dari kawasan pegunungan akibat hujan.
Hatinya berkecamuk karena banyak warga yang masih terjebak banjir, sementara air kian tinggi seiring curah hujan yang terus mengguyur.
Dia pun bersama seluruh elemen lainnya menggedor tenaga bahu membahu bersama masyarakat. Hingga akhirnya seluruh masyarakat terdampak banjir bisa dievakuasi di posko-posko yang telah dibentuk.
Editor : Didin Cahya Firmansyah