Menjajal hal baru memang tak mudah. Itu yang dirasakan Risma Salsabila Mazaib saat menjadi model di acara Blitar Youth Festival (BYF) yang dihelat pada 19 Agustus lalu.
Momen itu merupakan pengalaman perdana Risma berlenggok di atas panggung.
Dia mengaku sama sekali tak memiliki latar belakang sebagai model. Keinginan itu muncul lantaran dia gemar berfoto dengan mengenakan pakaian necis.
Dorongan dari orang sekitar juga jadi alasan kenapa Risma mantap mendaftar.
“Sebenarnya ikut BYF ini hanya iseng. Lantaran sebelumnya tidak ada pengalaman modeling. Namun saya memang suka melakukan foto outfit of the day (OOTD). Sehingga tertarik untuk mendaftar BYF ini,” ujarnya.
Perempuan yang bekerja sebagai terapis anak berkebutuhan khusus (ABK) ini mengaku sempat minder. Alasanya, ada banyak rekan di ajang BYF terlihat professional di bidang modeling.
Tapi, dia tak lantas menyerah dan justru termotivasi.
Bahkan Risma juga sempat kaget ketika pertama latihan catwalk. Sebab dia dituntut bisa berjalan di atas panggung dengan mengenakan sepatu hak tinggi.
Tak tanggung-tanggung, tinggi sepatu bisa mencapai 12-15 centimeter (cm). itu sebabnya Risma sempat bergetar saat mulai belajar catwalk dengan hak tinggi.
Beruntung dia tidak sampai mengalami keseleo atau cedera.
“Sebelum BYF, belum pernah menjajal sepatu dengan hak tinggi. Yang pernah saya coba hanya sepatu dengan tinggi 5 cm saja. Saya berlatih dalam waktu singkat. Hanya sekitar 3-4 bulan saja,” ungkap Risma.
Untuk bisa lolos audisi BYF, kata Risma, dia tidak pernah coba mengikuti kursus model.
Perempuan ramah ini mengaku belajar secara otodidak melalui tutorial yang banyak beredar di media sosial (medsos).
“Seperti YouTube dan TikTok. Oleh karena itu, saya murni belajar modeling dari internet sebelum mulai tampil di atas panggung BYF kemarin,” sebut perempuan berparas ayu ini.
Meski belajar banyak hal dari modeling, Risma mengaku bahwa dia belum terfikir untuk serius terjun di dunia catwalk.
Pasalnya, saat ini dia masih perlu untuk fokus di pekerjaan utamanya sebagai seorang terapis.
“Jadi hanya ada sedikit waktu luang. Ya nanti kalau ada event modeling lagi di Blitar insya Allah akan ikut lagi,” pungkasnya. (jar/dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra