RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pandemi Covid-19 di tahun 2020 lalu membuat banyak orang mengalami keterpurukan dalam menjalankan bisnis. Hal tersebut juga dirasakan oleh Yeni Azizah.
Bisnis angkringan yang dijalankan Yeni Azizah bersama suami terus merugi. Tidak ada pemasukan sama sekali. Tak ingin berlarut-larut, Yeni -sapaan akrab dari wanita cantik ini- mencari ide usaha yang bisa berjalan terus tanpa mengenal musim. Dipilihlah nail art, kemudian, Yeni pun ikut kursus online.
Ibu dua anak ini menjelaskan, satu kali mengikuti kursus dengan satu kali basic. Ilmu yang didapatkan dari kursus online itu, kemudian Yeni praktikkan ke keluarga dan diposting lewat media sosial dengan harga miring. Dari situlah banyak customer Yeni Azizah yang terus berdatangan hingga saat ini.
Namun di tengah keberhasilannya memetik kesuksesan, ternyata banyak rintangan yang dihadapi. Seperti, dugaan banyak orang yang mengira bahwa keahliaannya hanya otodidak, tanpa bekal kursus. "Ada juga pebisnis nail art lain yang tidak suka kalau harga nail art di tempat saya itu lebih murah," tuturnya.
Meski banyak omongan yang tidak mengenakkan, Yeni membuktikan bahwa nail art di tempatnya meskipun murah tetapi tidak murahan karena berkualitas.
Bisnis yang dijalankan Yeni terus mengalami peningkatan, yang awalnya dalam sehari hanya 1 customer, sekarang bisa mencapai 10 hingga 15 customer. Yeni dibantu dengan tiga karyawan.
"Pesan saya, jangan pernah dengarkan orang lain yang mau menjatuhkan kamu. Buktikan bahwa kamu itu bisa. Tetap semangat. Jangan putus asa," pungkasnya. (nik/c1/tin/apr)
Editor : Intan Puspitasari