Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Upaya Generasi Milenial Lestarikan Batik Khas Blitar, Kenakan Kain Batik Setiap Hari, Kreasikan dengan Trend

Mila Inka Dewi • Selasa, 3 Oktober 2023 | 01:00 WIB
MUDA BERKARYA: Zalfaa Putri Arfiliesia mengenakan batik khas Kota Blitar bermotif Puspa Dahana.
MUDA BERKARYA: Zalfaa Putri Arfiliesia mengenakan batik khas Kota Blitar bermotif Puspa Dahana.

 

Batik merupakan budaya warisan yang harus dilestarikan. Oleh karena itu, tepat 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik. Berbagai upaya dilakukan generasi muda untuk menyambut hari spesial tersebut. Seperti yang dilakukan oleh kawula muda Kota Blitar di Taman Kebonrojo.

 MILA INKA DEWI, SANANWETAN, RADAR BLITAR

Minggu pagi (01/9) Taman Kebon Rojo ramai seperti biasanya. Maklum, kebun binatang mini itu memang jujukan masyarakat untuk melakukan family time setelah sibuk bekerja. Namun, ada yang berbeda di salah satu sudut taman tersebut. Tepatnya, di sisi selatan taman yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar tersebut.

Terlihat muda mudi kompak memakai busana batik dalam kegiatan yang bertajuk Loka Raya Fest. Baik perempuan maupun laki-laki kompak mengenakan batik dengan bermacam model.

Kegiatan festival tersebut sendiri merupakan inisiasi dari Putra Putri Batik Blitar dan komunitas pecinta kopi. Serta, berkolaborasi dengan komunitas berkain serta perpustakaan jalanan. Tujuan kegiatan tersebut tidak lain untuk merayakan hari kopi sedunia yang jatuh pada 1 Oktober dan hari Batik Nasional pada 2 Oktober.

"Makanya Putra Putri Batik berkolaborasi dengan komunitas kopi. Dengan harapan, bisa mengenalkan kain dan kopi kepada masyarakat. Apalagi generasi muda ini diwakili siswa dari beberapa sekolah dan komunitas," jelas Putri Batik Blitar, Zalfaa’ Putri Arfiliesia, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Minggu (1/9/2023).

Kegiatan ini, lanjut Zalfaa, dihadiri oleh sejumlah pelajar dari beberapa SMA di Kota Blitar. Selain itu, juga dari anggota Forum Anak Kota Blitar.

Menurutnya, perkembangan batik, utamanya di Kota Blitar sebenarnya sudah bagus. Hanya, di Kota Blitar belum menjadi sebuah kebiasaan untuk mengenakan pakaian batik atau berkain batik.

Sementara itu, para perajin batik atau usaha mikro kecil menengah (UMKM) tetap memproduksi sesuai permintaan pasar atau sekadar mengisi hobi dalam seni saja. "Dan pandangan ke generasi muda, mereka belum memiliki kecintaan dalam berkain batik itu sendiri," ujar perempuan 18 tahun ini.

Warga Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, ini berupaya keras untuk mengembangkan batik di kota kelahiran tercintanya ini. Dia mengajak para perajin untuk terus bersemangat memproduksi batik khas Kota Blitar. Sebagai generasi pelopor batik, putra putri batik berupaya untuk memunculkan tren dan menyadarkan masyarakat bahwa memakai batik itu keren dan penuh estetik atau keindahan.

Sebagai contoh, anak anak muda sekarang yang dituju hanyalah ikut-ikutan tren yang viral di media sosial (medsos). Sebagai generasi muda harus pandai memunculkan tren sendiri dalam berpakaian. Salah satunya lewat pakaian batik dengan kreasi masing-masing. "Setelah mereka sadar bahwa kain batik itu indah, mereka akan nyaman untuk memakai dan menyukainya," kata perempuan berjilbab ini.

Zalfaa berpesan kepada generasi muda saat ini untuk lebih mencintai batik. Sejatinya, batik bukan hanya dipakai dalam kegiatan yang bersifat formal. Namun, bisa juga dikreasikan dalam busana untuk aktivitas sehari-sehari. "Kita adalah generasi muda, namun juga harus tetap berbudaya untuk Indonesia tercinta," tuturnya, lantas tersenyum.  

Terdapat beberapa rangkaian agenda pada festival tersebut. Mulai dari membagikan kopi gratis, senam bersama, mencanting kain batik bersama hingga tutorial berkain bersama komunitas Patria Wastra.

Rangkaian fesvital tersebut ditutup dengan fashion show oleh semua peserta. Ya, hampir seharian Taman Kebonrojo disulap bak catwalk. Para model berlenggak lenggok mengenakan pakaian batik. Upaya itu sekaligus mengenalkan kain batik kepada para pengunjung. Sejumlah kain batik khas Blitar ikut dipamerkan. (*/sub)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#batik khas kota blitar #batik khas #putri batik blitar #hari batik nasional