BLITAR - Tak disangka dari hobi bisa mendulang prestasi yang membanggakan. Kiranya itu yang dirasakan oleh Anastasya Birgita Laura Christy. Remaja 12 tahun ini berhasil membawa pulang medali emas dan perunggu di ajang Porprov Jatim VIII.
Rasa lelah selama latihan terbayar sudah. Setelah berjuang melawan atlet-atlet hebat dari berbagai daerah di Jawa Timur, Anastasya Birgita Laura Christy berhasil membawa pulang masing-masing satu emas dan perunggu. Masih teringat jelas bagaimana remaja 12 tahun ini mulai mengenal dancesport.
Berangkat dari hobi menari yang dimiliki, remaja yang kerap dipanggil Tata ini ternyata jatuh hati pada dancesport. Tak pelak, remaja manis ini piawai meliukkan badannya di arena dansa.
"Memang dari dulu saya hobi tari modern. Terus di sekolah juga ambil ektrakulikuler dance," ujar warga Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul ini kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (3/10).
Diakui Tata, butuh perjuangan dan kerja keras selama mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII beberapa waktu lalu.
Apalagi, harus bersaing dengan berbagai daerah lain di Jawa Timur yang tentunya diwakili oleh atlet-atlet hebat. Yakni, dari Malang, Surabaya, Mojokerto, Jember, Jombang, dan beberapa daerah lain. Namun, itu semua terbayar dengan perasaan senang dan deg-degan. Sebab, tak hanya berkompetisi, tetapi juga bisa berkumpul dan saling mengenal dengan atlet lain.
Menurut dia, lawan terberat adalah dari Malang dan Jember. Sebab, dari kategori umur, mereka lebih unggul sehingga pasti punya pengalaman yang lebih. Namun, itu tak menyurutkan tekadnya untuk tetap optimistis menunjukkan kemampuan terbaik.
"Dance-nya juga bagus. Tapi syukur saya masih mendapat kesempatan untuk meraih medali emas dan perunggu," tuturnya.
Sebelum dancesport, rupanya Tata juga menekuni hiphop yoga. Itu sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti ekstrakurikuler dance. Namun, bukannya terpaksa, hal itu tetap dijalani dengan enjoy. Sebab, dia bisa menambah keluwesan dalam menari.
Dari kegiatan itu pula, Tata dan teman satu grup hiphop SMPK mendapatkan juara 2 lomba hiphop SMASA CUP. Saat ini, mereka sedang persiapan untuk mengikuti lomba di SMA Dempo, Malang.
Tahun lalu, Tata mengikuti tujuh kategori dancesport. Setidaknya, empat medali berhasil dibawa pulang. Pada porprov tahun ini, dia hanya mengikuti tiga kategori dan membawa pulang dua medali.
Pandemi Covid-19 melanda tidak menghentikan semangatnya untuk tetap berlatih. Yakni, dengan mengikuti lomba dancesport hingga Malaysia, meskipun harus secara online.
Nantinya, Tata berharap bakat yang dimiliki tidak berhenti begitu saja. Sebab, hobi menari bisa mengantarkannya meraih banyak prestasi. Mimpinya adalah ingin melebarkan sayapnya di kancah internasional secara offline.
Saat ini, sembari fokus dalam pendidikan, dia juga rutin melakukan latihan-latihan untuk menambah keluwesan dalam menari, baik dalam dancesport ataupun hiphop yoga.
"Semoga nanti bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di ajang internasional," harap siswi kelas satu sekolah menengah pertama (SMP) Krinten Yohanes Gabriel ini. (*/c1/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah