Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Andreas Irwantoro Sempat Gadai Surat Motor untuk Beli Saksofon, Spesialis Lantunan Nada Romantis di Pernikahan

Didin Cahya Firmansyah • Rabu, 4 Oktober 2023 | 18:00 WIB
NEKAT: Andreas Irwantoro nekat gadai surat BKPB motor demi membeli saksofon.
NEKAT: Andreas Irwantoro nekat gadai surat BKPB motor demi membeli saksofon.

Miliki ketertarikan dalam bidang musik, Andreas Irwantoro memilih fokus bermusik dengan saksofon demi mengubah perekonomiannya. Bahkan dalam kondisi terimpit, pria berusia 26 tahun ini mempertaruhkan BPKB motor miliknya demi membeli alat musik tiup jenis saksofon.

Dalam kondisi kepepet, segala masalah dapat teratasi bagi Andreas Irwantoro. Seorang saksofonis asli Kelurahan Tertek, Kecamatan  Tulungagung, ini sempat menggadai buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) miliknya demi membeli alat musik tiup jenis saksofon. Dengan jurus otodidak, kini dia kebanjiran permintaan untuk memainkan musik romantis pada perayaan pernikahan.

Saksofonis Tulungagung, Andreas Irwantoro mengatakan, alat musik tiup ini telah dipelajari sejak tahun 2018 silam. Sebelum itu, dia memang sempat memainkan alat musik tiup lainnya dengan jenis terompet di grup band beraliran ska. “Dulu itu belinya saksofon pada Mei tahun 2018. Baru setelah itu mulai belajar saksofon. Sebelumnya memang sudah pernah memainkan terompet di grup band ska,” jelasnya Selasa (3/10/2023).

Pria berusia 26 tahun ini memang telah menyukai musik sejak duduk di bangku sekolah. Dengan bermain musik dapat mengubah perekonomian dan lebih bisa berkembang.

Hal itulah yang membuatnya terpacu untuk lebih mempelajari susunan dari tujuh nada ini. “Bidang musik yang saya tekuni karena ingin mengubah nasib. Selain itu juga bisa mengubah pemikiran, kan musik bisa berkembang karena otak kanan dan kiri main semua. Hobi sih, Mas,” paparnya.

Saat itu, saksofon merupakan alat musik yang terbilang mahal bagi Andre, sapaan akrab pria tersebut. Salah satu gambling terbesar dalam hidupnya yakni menukar BPKB motornya dengan alat musik tersebut. Pada masa itu, dia membeli saksofon dengan harga Rp 4,8 juta. “Dulu kan belum pernah tahu alat musiknya dan belum pernah punya juga. Itu dulu saya menukar BPKB motor saya, baru bisa beli saksofon. Beli di Malang merek Cina,” ucapnya.

Setelah berhasil memiliki alat musik dambaannya tersebut, tugas lain untuk menguasai saksofon pun membayanginya.

Apalagi, dia harus menggadai sebagian asetnya untuk mendapatkan saksofon tersebut. Alhasil, dia mempelajari alat tiup tersebut dengan jurus otodidak. “Saya belajar itu (saksofon, Red) melalui chating-an dengan teman. Ada juga referensi dari YouTube. Belajarnya ya dari YouTube itu dan teman-teman. Cari yang gratis, tidak les,” ungkapnya.

Keadaan perekonomian yang mendesak serta semangat untuk menguasai alat musik saksofon, ternyata bisa menjadi perpaduan kondisi hidup yang membangun bagi pria asal Kelurahan Tertek ini. Dia pun kerap mendapatkan tawaran untuk mengisi lantunan nada romantis pada acara-acara pernikahan. “Itu memang pekerjaan sampingan. Saya sebenarnya belum waktunya untuk tampil, tapi berhubung butuh, jadi ya memberanikan diri untuk tampil. Kalau kepepet kan semuanya jadi bisa,” ucapnya.

Kini, dia telah memiliki vendor hiburan acara pernikahan miliknya sendiri dengan nama New Tone Musik. Kemudian untuk mengisi musik saksofon pada acara pernikahan, dia membanderol harga mulai dari Rp 500 ribu. “Kalau ramai itu ya juga tidak. Tapi kalau bicara jatah, satu bulan, satu atau dua kali itu pasti ada. Jadi bisa dibuat sampingan juga,” tutupnya. (*/c1/din)

 

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#andreas irwantoro #tulungagung #saksofon