Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pertura 2023 Kota Blitar Tontonan Seni-Budaya Kekinian, Begini Tanggapan Masyarakat yang Menyaksikan

Mila Inka Dewi • Senin, 9 Oktober 2023 | 20:15 WIB
KEREN: Penampilan wayang orang yang memerankan lakon Ramayana pada Sabtu (7/10) malam menghibur masyarakat yang menonton.
KEREN: Penampilan wayang orang yang memerankan lakon Ramayana pada Sabtu (7/10) malam menghibur masyarakat yang menonton.

BLITAR - Pertunjukan Rakyat (Pertura) 2023 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar pada Sabtu (7/10) malam menyedot antusiasme masyarakat. Warga tumplek bleg di area Monumen PETA. Berbagai seni dan budaya khas Blitar ditampilkan untuk menghibur sekaligus sarana melestarikan kesenian tradisional.

Monumen PETA di Jalan Soedanco Supriadi kali ini dipilih menjadi panggung Pertura. Pentas bergengsi itu menampilkan sejumlah potensi seni dan budaya di Kota Blitar. Sejumlah anak muda dan pelajar dilibatkan untuk memeriahkannya.

Sejak pukul 19.00, kawasan Monumen PETA sudah dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung Pertura. Mereka datang dari sejumlah penjuru Blitar dan tampak antusias melihat penampilan tari-tarian tradisional hingga pertunjukan wayang orang dengan lakon Ramayana. Acara tersebut dikemas dengan apik oleh diskominfotik.

Dewi, salah satu penonton mengungkapkan, Pertura yang digelar oleh pemkot sangat menarik. Menampilkan pertunjukan seni dan budaya Jawa, khususnya khas Kota Blitar. "Apalagi, pertunjukan seni ini dikemas dengan bagus dan bernuansa modern, sehingga penonton merasa terhibur," terangnya.

Dengan memanfaatkan informasi dan teknologi (IT), Pertura dikemas lebih modern dan sangat meriah. Penonton tidak bosan untuk menyaksikan pertunjukan dari awal hingga akhir. Mulai dari penampilan tari jaranan, campursari, hingga yang ditunggu-tunggu wayang orang dengan lakon Ramayana.

Penonton lainnya, Sundari mengatakan, pertunjukan seni dan budaya yang digelar di Monumen PETA sangat meriah. Ini merupakan pengalaman pertama menyaksikan Pertura.

"Meskipun saya harus berdesak-desakan karena tempatnya terbatas, tapi saya puas," ungkapnya lantas tersenyum.

Warga Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, itu sengaja datang untuk menyaksikan langsung Pertura. Dia penasaran dengan kegiatan tersebut. Apalagi digelar di Monumen PETA.

"Saya diberi tahu anak jika ada info pertunjukan seni dan budaya ini. Kok kelihatannya menarik, akhirnya saya berangkat sama anak," tuturnya.

Dia berharap acara tersebut bisa terus digelar tiap tahun. Tujuannya tidak sekadar menghibur masyarakat, tetapi juga upaya melestarikan kesenian dan kebudayaan Jawa khususnya khas Blitar.

"Soalnya sudah mulai jarang totonan kayak gitu. Kalau bisa pilih tempat yang luas biar semua bisa menikmati tontonan dengan nyaman. Soalnya kemarin nonton berdiri sambil gendong bocil," ujarnya lantas tersenyum.

Kepala Diskominfotik Kota Blitar Mujianto menjelaskan, Pertura 2023 tersebut merupakan  bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan diskominfotik. Salah satunya, lomba Blitar 5.0 Competition yang dimulai 10 September.

"Puncaknya pertunjukan rakyat ini. Sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba," terang pria berkacamata ini.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala OPD dan jajaran Forkopimda Kota Blitar. Sebagai bentuk apresiasi terhadap para peserta lomba, Wali Kota Blitar Santoso menyerahkan hadiah serta membuka pertunjukan seni budaya tersebut.

"Semoga Pertura ini membawa dampak positif bagi perkembangan dunia seni dan budaya Indonesia, khususnya Jawa," tandasnya. (*/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Pertura Kota Blitar #pertunjukan rakyat blitar #pemkot blitar #Pertura 2023 #Diskominfotik Kota Blitar #monumen PETA #monumen PETA Blitar