Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mantan Kajari Tulungagung, Mujiarto Ikutkan Sapi PO Berbobot 622 Kg dalam Kontes APPSI Tulungagung

Mukhamad Zainul Fikri • Rabu, 18 Oktober 2023 | 01:30 WIB

 

INSPIRATIF:  Mantan Kajari Tulungagung, Mujiarto, ikutkan sapi miliknya  berbobot 622 kg dalam Kontes APPSI Tulungagung.
INSPIRATIF: Mantan Kajari Tulungagung, Mujiarto, ikutkan sapi miliknya berbobot 622 kg dalam Kontes APPSI Tulungagung.

 

Sapi peranakan ongole (PO) milik mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Mujiarto, menjadi salah satu peserta dalam kontes sapi asosiasi peternak dan penggemuk sapi Indonesia (APPSI) Tulungagung yang berlangsung mulai 14-15 Oktober kemarin. Itu menjadi cara pria tersebut menyemangati masyarakat Tulungagung untuk kembali memelihara sapi pasca adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa waktu yang lalu.

 MUKHAMAD ZAINUL FIKRI, Sumbergempol, Radar Tulungagung

 Sapi milik Mujiarto itu diberi nama Arto, sapi jenis PO dengan bobot mencapai 622 kilogram saat ditimbang dalam kontes sapi yang berlokasi di pasar hewan terpadu (PHT) di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol. Mujiarto mengantarkan langsung sapinya itu pada hari pertama kontes berlangsung. Arto sendiri ikut dalam kelas PO ekstrem.

Bukan predikat juara yang dicari Mujiarto dalam kontes tersebut, melainkan ada tujuan lainnya. Utamanya adalah memberikan semangat bagi para peternak sapi di Tulungagung dan sekitarnya untuk kembali memelihara sapi pasca terkena dampak PMK.

Mengingat, virus yang menyerang hewan berkaki empat itu cukup berdampak bagi para peternak. Banyak sapi yang mati akibat penyakit tersebut.

“Ikut meramaikan kontes ini supaya memberi contoh dan mendorong masyarakat Tulungagunnt supaya semangat lagi pelihara sapi dengan adanya penyakit PMK kemarin,” jelas Mujiarto, Sabtu (14/10/2023) lalu.

Lebih dari itu, Mujiarto juga mengaku sudah sejak lama senang dan hobi memelihara sapi. Sehingga kontes sapi sebenarnya juga bukan merupakan hal asing baru baginya. Karena sapi kontes juga memiliki cara pemeliharaan tertentu dan tidak sembarangan. “Karena hobi, saya benar-benar sangat senang dengan sapi,” ungkapnya.

Sedangkan dalam kontes sapi tersebut, setidaknya ada 350 sapi kontes dari seluruh Indonesia yang berebut juara dalam 11 kelas yang dilombakan. Yakni mulai dari kelas baby A/pedet jantan, baby B/pedet betina, kelas Ekstrem hingga kelas PO ekstrem.

Ketua Pelaksana Kontes Sapi APPSI Tulungagung tahun 2023, Edi Purwanto menyebut kontes itu diisi dengan sapi dari pedetan hingga ekstrem dengan bobot 1 ton up. Pesertanya tidak hanya dari peternak area Jawa Timur (Jatim) saja, melainkan dari luar Jatim juga bahkan dari luar pulau Jawa juga.

“Kalau kontes APPSI itu wilayahnya nasional. Kalau jumlah peternak yang hadir saya kurang hafal, namun terjauh ada dari Lampung juga,” jelas Edi, sapaan akrabnya. 

Dia melanjutkan, kontes kali ini diniatkan untuk membangkitkan semangat para peternak sapi di Jatim dan seluruh Indonesia pasca-adanya virus PMK maupun LSD yang menyerang Sapi. Karena saat adanya virus itu, minat masyarakat untuk beternak sapi relatif menurun karena kerugian yang dialami. Akibatnya populasi sapi di pasaran mengalami penurunan dari sebelum adanya PMK ataupun LSD.

“Banyak peternak yang merugi memang dampak PMK kemarin. Saya sendiri, mengalami kerugian ratusan juta, banyak sapi di kandang saya yang juga mati,” katanya.

Menurut dia, kontes yang dilaksanakan juga bisa meningkatkan daya jual sapi itu sendiri. Apalagi ketika bisa mendapatkan juara dikelasnya, sudah barang tentu harga jualnya akan meningkat karena diincar untuk dijadikan indukan.

Baca Juga: Peternakan Ayam Pedaging Jadi Unggulan di Desa Pakisrejo, Tanggunggunung“Iya jelas bisa menambah harga jual. Ada kok salah satu peserta yang sebenarnya hendak menjual sapinya, tapi ditahan dulu untuk ikut kontes ini. Kalau bisa menang harganya bisa jauh lebih mahal,” pungkasnya.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kontes sapi tulungagung #sapi ongole #mujiarto