BLITAR - Ada banyak jenis kerajinan perhiasan. Seperti perak, emas, hingga mamas (imitasi emas). Meski tergolong perhiasan jadul. Ternyata hingga kini masih banyak diminati bahkan hingga luar daerah. Emas imitasi seolah telah menjadi primadona bagi kaum wanita.
Pitoyo adalah satu-satunya perajin perhiasan perak yang tersisa dari Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Pria 51 tahun ini sudah eksis menekuni kerajinan perak sejak 30 tahun lalu. Berbagai perhiasan telah dibuat mulai dari cincin, gelang, anting-anting, hingga akik.
Namun, dari ketiga bahan tersebut, bahan dari mamas menjadi perhiasan primadona. Sebab, mamas memiliki warna yang persis dengan perhiasan emas, tetapi tidak memiliki kadar emas. Bahkan warnanya lebih mengkilap dan lebih bagus.
"Warnanya awet dan nggak mudah luntur. Kalau dibiarkan dipajang di etalase bisa awet 5-10 tahun," paparnya, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (4/11/2023).
Pitoyo menambahkan, ketika warnanya kusam karena terpapar debu atau sering dipakai, mamas bisa dipoles sehingga kembali kinclong. Yakni, dengan cara direbus dengan potas atau sabun pencuci piring dan dipoles.
"Nanti cukup dicelup-celupkan pada air yang mendidih, dipoles sedikit warnanya akan bagus lagi," jelasnya.
Hingga kini Pitoyo melayani pesanan para tengkulak dari berbagai daerah bahkan hingga luar kota. Mulai dari Blitar, Kediri, Tulunggagung, hingga Jakarta. Tak jarang juga mendapat pesanan dari para pejabat di wilayah Blitar Raya.
Menurut dia, peminat perhiasan seperti perak dan emas ini masih cukup banyak. Biasanya, menjelang lebaran akan ramai orang-orang yang memesan berbagai jenis perhiasan. Maka dari itu, dia akan segera mengirim berbagai contoh perhiasan ke pabrik untuk mempercepat proses pengerjaan.
"Kalau lebaran selain pesan perhiasan baru banyak juga yang minta jasa poles perhiasan," ucapnya.
Menjaga kualitas dan mutu produk adalah kunci agar kerajinan miliknya tetap eksis hingga saat ini. Kalau produk yang dibuat punya mutu yang bagus, bahan-bahan yang digunakan juga tidak sembarangan pasti konsumen akan suka dan tetap langganan.
"Selain itu juga perbanyak kreasi bentuk dan ornamen agar tidak monoton dan menarik minat pembeli," pungkasnya.(ink/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah